Monthly Archives: July 2008

Kampanye Terakhir Telan Korban Jiwa

Truk Massa Pendukung Terbalik di Dua Lokasi

Kampanye hari terakhir Pilkada Enrekang 2008, Rabu (30/7) kemarin, memakan korban jiwa. Salah seorang pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Muslimin Bando-Mustafa Tjawidu (Hambamu), disebutkan meninggal dan beberapa orang cedera, karena kecelakaan lalu lintas. Truk yang ditumpanginya terbalik.

Kampanye terakhir Hambamu dipusatkan di lapangan Kecamatan Alla yang masuk Zona III.
Informasi yang diperoleh dari Kepolisian Resor (Polres) Enrekang dan tim pemenangan Hambamu, menyebutkan, kendaraan korban mengalami musibah dalam perjalanan ke lokasi kampanye. Belum diperoleh identitas korban meninggal dan yang cedera.
Kapolres Enrekang, AKBP Hendi Sutendi, membenarkan kejadian itu. “Laporan jumlah korban belum kita dapatkan, karena saat personel ke TKP (tempat kejadian perkara), korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Makale. Yang jelas, ada satu korban meninggal dan beberapa lainnya terluka,” kata Hendi, tadi malam.
Hendi menyebutkan, kecelakaan terjadi di dua titik, Kecamatan Baroko dan Masale. Pada kecelakaan di Baroko, beberapa penumpang truk terluka. “Sementara truk yang terbalik di Masale mengakibatkan satu korban jiwa,” sebutnya.

Hendi menyebutkan, berdasarkan informasi dari personilnya di TKP, penyebab kecelakaan diduga karena kondisi jalan yang tidak bagus.

Advertisements

Kampanye Terakhir Telan Korban Jiwa

Truk Massa Pendukung Terbalik di Dua Lokasi

Kampanye hari terakhir Pilkada Enrekang 2008, Rabu (30/7) kemarin, memakan korban jiwa. Salah seorang pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Muslimin Bando-Mustafa Tjawidu (Hambamu), disebutkan meninggal dan beberapa orang cedera, karena kecelakaan lalu lintas. Truk yang ditumpanginya terbalik.

Kampanye terakhir Hambamu dipusatkan di lapangan Kecamatan Alla yang masuk Zona III.
Informasi yang diperoleh dari Kepolisian Resor (Polres) Enrekang dan tim pemenangan Hambamu, menyebutkan, kendaraan korban mengalami musibah dalam perjalanan ke lokasi kampanye. Belum diperoleh identitas korban meninggal dan yang cedera.
Kapolres Enrekang, AKBP Hendi Sutendi, membenarkan kejadian itu. “Laporan jumlah korban belum kita dapatkan, karena saat personel ke TKP (tempat kejadian perkara), korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Makale. Yang jelas, ada satu korban meninggal dan beberapa lainnya terluka,” kata Hendi, tadi malam.
Hendi menyebutkan, kecelakaan terjadi di dua titik, Kecamatan Baroko dan Masale. Pada kecelakaan di Baroko, beberapa penumpang truk terluka. “Sementara truk yang terbalik di Masale mengakibatkan satu korban jiwa,” sebutnya.

Hendi menyebutkan, berdasarkan informasi dari personilnya di TKP, penyebab kecelakaan diduga karena kondisi jalan yang tidak bagus.


Kerusakan Tanggul Sungai Tanru Tedong Meluas

Kerusakan tanggul Sungai Tanru Tedong di Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, karena luapan air meluas, Selasa (29/7). Kerusakan tanggul sungai ini juga terjadi di Desa Salo Bukkang dan Kelurahan Tanru Tedong.

Sehari sebelumnya, akibat jebolnya tanggul sungai, sejumlah pemukiman warga di wilayah Tanru tedong dan ratusan hektare sawah terendam air. Bahkan sebuah rumah rubuh dan dua warga terseret arus.
Camat Dua Pitue, A Bakhtiar, kemarin, mengatakan, setelah meninjau lokasi banjir bersama sejumlah staf, mereka juga meneukan kerusakan tanggul sepanjang 10 meter di Desa Salo Bukkang.
“Jalan juga rusak. Namun, air sudah surut dan warga yang sempat mengungsi sudah mulai beraktifitas dan kembali ke tempat tinggalnya,” kata Bakhtiar.
Ia berharap kerusakan tanggul yang totalnya sepanjang 150 meter di wilayahnya bisa segera diperbaiki.
Sementara itu, dua warga setempat, Abd Latif dan La Beddu,
yang sempat hanyut terseret arus sungai ditemukan dalam kondisi sehat.
Warga setempat menyebutkan, La Beddu ditemukan di sekitar muara Sungai Tanru Tedong dengan Danau Sidenreng, sekitar dua jam sejak ia dikabarkan hilang. Sedangkan Latif hanya terseret beberapa meter.
“La Beddu ditemukan oleh Tim Taruna Siaga Sidrap sekitar pukul 17.00 wita. Ia sempat dinyatakan hilang di dekat jembatan Tanru Tedong. Kondisinya baik-baik saja dan diperbolekan pulang ke rumahnya,” kata seorang warga, Abdi.


Kerusakan Tanggul Sungai Tanru Tedong Meluas

Kerusakan tanggul Sungai Tanru Tedong di Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, karena luapan air meluas, Selasa (29/7). Kerusakan tanggul sungai ini juga terjadi di Desa Salo Bukkang dan Kelurahan Tanru Tedong.

Sehari sebelumnya, akibat jebolnya tanggul sungai, sejumlah pemukiman warga di wilayah Tanru tedong dan ratusan hektare sawah terendam air. Bahkan sebuah rumah rubuh dan dua warga terseret arus.
Camat Dua Pitue, A Bakhtiar, kemarin, mengatakan, setelah meninjau lokasi banjir bersama sejumlah staf, mereka juga meneukan kerusakan tanggul sepanjang 10 meter di Desa Salo Bukkang.
“Jalan juga rusak. Namun, air sudah surut dan warga yang sempat mengungsi sudah mulai beraktifitas dan kembali ke tempat tinggalnya,” kata Bakhtiar.
Ia berharap kerusakan tanggul yang totalnya sepanjang 150 meter di wilayahnya bisa segera diperbaiki.
Sementara itu, dua warga setempat, Abd Latif dan La Beddu,
yang sempat hanyut terseret arus sungai ditemukan dalam kondisi sehat.
Warga setempat menyebutkan, La Beddu ditemukan di sekitar muara Sungai Tanru Tedong dengan Danau Sidenreng, sekitar dua jam sejak ia dikabarkan hilang. Sedangkan Latif hanya terseret beberapa meter.
“La Beddu ditemukan oleh Tim Taruna Siaga Sidrap sekitar pukul 17.00 wita. Ia sempat dinyatakan hilang di dekat jembatan Tanru Tedong. Kondisinya baik-baik saja dan diperbolekan pulang ke rumahnya,” kata seorang warga, Abdi.


14 Item Pendidikan Gratis di Sidrap

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, Syahruddin HT, Senin (28/7), mengatakan saat ini program pendidikan gratis di kabupaten tersebut hanya menggratiskan 14 item.
Hal ini disebabkan terbatasnya anggaran. Jika dana sudah mencukupi, barulah Pemkab Sidrap menggelar pendidikan yang benar-benar gratis.

Syahruddin mengemukakan hal itu ketika menjadi pembina upacara di Sidrap, sesuai rilis humas Pemkab Sidrap. Tapi, ia tidak merinci 14 item itu.
Item yang gratis itu antara lain buku paket, biaya penerimaan siswa baru (PSB), uang ulangan, uang pengayaan, dan uang ujian nasional.
Ia menambahkan, saat ini Sidrap telah menggelar ujian paket C. Dari sejumlah siswa yang mengikuti ujian ini, hanya dua orang yang tidak lulus.


14 Item Pendidikan Gratis di Sidrap

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, Syahruddin HT, Senin (28/7), mengatakan saat ini program pendidikan gratis di kabupaten tersebut hanya menggratiskan 14 item.
Hal ini disebabkan terbatasnya anggaran. Jika dana sudah mencukupi, barulah Pemkab Sidrap menggelar pendidikan yang benar-benar gratis.

Syahruddin mengemukakan hal itu ketika menjadi pembina upacara di Sidrap, sesuai rilis humas Pemkab Sidrap. Tapi, ia tidak merinci 14 item itu.
Item yang gratis itu antara lain buku paket, biaya penerimaan siswa baru (PSB), uang ulangan, uang pengayaan, dan uang ujian nasional.
Ia menambahkan, saat ini Sidrap telah menggelar ujian paket C. Dari sejumlah siswa yang mengikuti ujian ini, hanya dua orang yang tidak lulus.


Panwas Temukan Paket Sembako Bergambar Calon

Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Parepare 2008 menemukan sejumlah barang yang mereka anggap sebagai kampanye terselubung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Selasa (29/7).
Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parepare baru akan membahas jadwal dan model kampanye dengan tim kelima pasangan calon, 1 Agustus nanti.

Menurut Ketua Panwas Parepare, Sulhayat Takdir, Rabu (30/7) kemarin, salah satu temuan panwas adalah bungkusan plastik hitam dengan stiker Taufan Pawe-Arvanita A Dengkeng, yang berisi satu liter gula pasir, satu bungkus teh ukuran sedang, dan lima bungkus mie instan.
“Bungkusan itu ditemukan panwas Kecamatan Soreang di dekat Jembatan Merah (Puskesmas Lakessi). Barang buktinya kita amankan di panwas kota,” tambah Sulhayat.
Panwas Parepare masih menunggu laporan lanjutan dari panwas Soreang. Sulhayat menilai, temuan paket sembako itu sudah termasuk pelanggaran kategori money politics.
Sulhayat menambahkan, panwas juga menemukan kartu nama pasangan calon ini beredar di kalangan pedagang pasar darurat Lakessi.
Sedangkan panwas Kecamatan Bacukiki menemukan kemasan air mineral bergambar pasangan calon Achmad Faisal Sapada- Paseng Madong di sebuah gardu jualan pinggir jalan.
“Panwas sudah meminta klarifikasi ke tim pemenangannya. Alasan mereka, hal itu tanpa sepengetahuan calon dan tim pemenangan,” tambahnya.
Panwas juga meminta keterangan Kepala Kantor Sintap Parepare, Hariyanto, kemarin, karena dianggap mengkampanyekan calon wali kota incumbent, M Zain Katoe.