Daily Archives: August 17, 2008

Bendera Terbalik di Kantor Lurah Lompoe

Kejadian unik mewarnai peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Bendera yang dikibarkan di halaman kantor Lurah Lompoe, Jumat 15 Agustus terbalik.Warna merah di bawah dan putih di atas. Kuat dugaan, pengibaran bendera putih merah itu dilakukan warga Lompoe yang mengecam kebijakan lurah terkait kasus pungutan Prona.

Sekretaris Lurah Lompoe, Usseng, tidak menyangkali pengibaran bendera terbalik tersebut. Dia mengaku yang pertama melihat bendera dengan putih di atas dan merah di bawah saat tiba di kantor pagi. “Ini bukan kesalahan saat bendera dinaikkan. Kemarin (maksudnya Kamis 14 Agustus, red), saya masih melihat bendera merah putih,” kilahnya saat disinggung kesalahan terjadi saat bendera dikibarkan Rabu lalu.

“Bendera tidak pernah kami turunkan. Makanya kami bingung kenapa benderanya
terbalik. Mungkin ada oknum yang iseng sengaja membalik,” tuding Usseng yang enggan menanggapi kejadian itu dikaitkan dengan kasus prona.

Namun berbeda dugaan Udin, warga Lompoe yang menyebut kejadian itu dilakukan
warga sebagai bentuk protes atas kebijakan lurah dalam prona. Selain warga, penjabat Walikota Parepare, HA Sulham Hasan juga menguatkan dugaan itu. “Mungkin ini apresiasi warga yang tidak senang lagi terhadap lurahnya,” ucapnya.

Kejadian itu cukup disayangkan semua pihak. Kabag Ops Polresta Parepare, Kompol Robert Da Costa, Jumat 15 Agustus kemarin, malah mengaku akan menyelidiki motif kejadian tersebut.

“Kalau memang memerotes lurah, itu sah-sah saja. Ya, asal jangan alat negara yang dipermainkan. Itu kan melawan hukum,” kata Robert. Begitu halnya
dengan Ketua DPRD Parepare, H Muhadir Haddade, yang ikut menyayangkan protes warga dengan mempermainkan alat negara tersebut.

Advertisements

Bendera Terbalik di Kantor Lurah Lompoe

Kejadian unik mewarnai peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Bendera yang dikibarkan di halaman kantor Lurah Lompoe, Jumat 15 Agustus terbalik.Warna merah di bawah dan putih di atas. Kuat dugaan, pengibaran bendera putih merah itu dilakukan warga Lompoe yang mengecam kebijakan lurah terkait kasus pungutan Prona.

Sekretaris Lurah Lompoe, Usseng, tidak menyangkali pengibaran bendera terbalik tersebut. Dia mengaku yang pertama melihat bendera dengan putih di atas dan merah di bawah saat tiba di kantor pagi. “Ini bukan kesalahan saat bendera dinaikkan. Kemarin (maksudnya Kamis 14 Agustus, red), saya masih melihat bendera merah putih,” kilahnya saat disinggung kesalahan terjadi saat bendera dikibarkan Rabu lalu.

“Bendera tidak pernah kami turunkan. Makanya kami bingung kenapa benderanya
terbalik. Mungkin ada oknum yang iseng sengaja membalik,” tuding Usseng yang enggan menanggapi kejadian itu dikaitkan dengan kasus prona.

Namun berbeda dugaan Udin, warga Lompoe yang menyebut kejadian itu dilakukan
warga sebagai bentuk protes atas kebijakan lurah dalam prona. Selain warga, penjabat Walikota Parepare, HA Sulham Hasan juga menguatkan dugaan itu. “Mungkin ini apresiasi warga yang tidak senang lagi terhadap lurahnya,” ucapnya.

Kejadian itu cukup disayangkan semua pihak. Kabag Ops Polresta Parepare, Kompol Robert Da Costa, Jumat 15 Agustus kemarin, malah mengaku akan menyelidiki motif kejadian tersebut.

“Kalau memang memerotes lurah, itu sah-sah saja. Ya, asal jangan alat negara yang dipermainkan. Itu kan melawan hukum,” kata Robert. Begitu halnya
dengan Ketua DPRD Parepare, H Muhadir Haddade, yang ikut menyayangkan protes warga dengan mempermainkan alat negara tersebut.


Taufan Janji Tak Jadikan Keluarganya Kontraktor

Pada kampanye hari ketiga, kandidat Wali Kota Parepare bernomr urut dua Taufan Pawe-Arvanita A Dengkeng (TA’AT) kembali melakukan unjuk kekuatan. Ia menggelar kampanye terbuka di Pantai Bibir, Jl Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat.

Di depan ribuan pendukungnya, Taufan berjanji tidak akan menjadikan keluarganya kontraktor. Tidak akan memperkaya diri sendiri. “Proyek-proyek tidak akan diurus oleh keluarga. Kita serahkan semua kepada pengusaha sesuai profesinya,” kata Taufan di atas panggung yang disambut yel yel hidup Taufan, hidup TA’AT.
Ia menjanjikan menciptakan pemerintahan bersih, tidak akan ada korupsi, tidak ada sogokan jika masyarakat ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Silakan bersaing secara sehat, yang cerdas pasti lulus, tidak ada kolusi,” kata kandidat usungan PBB dan PPDI ini bersemangat.
Sebelum Taufan memaparkan visi dan misinya, istrinya, Ny Erna Taufan, juga ikut orasi. Sebagai pendamping keluarga, ia menjanjikan untuk mengoptimalkan peran perempuan, apalagi pasangan Taufan dari kaum perempuan.
“Saya sudah mendengar banyak keluhan serta masukan dari kelompok-kelompok majelis taklim ketika bersilaturahmi. Insya Allah saya saya akan akomodir untuk memberdayakan perempuan. Apalagi, jumlah pemilih perempuan lebih banyak di Parepare,” kata Erna menutup orasinya.
Massa dihibur musik elekton dan penyanyi lokal. Sekitar pukul 16.00 wita, mereka berangsur-angsur pulang. Ada yang melakukan iring-iringan sambil meneriakkan hidup TA’AT, hidup nomor dua.


Taufan Janji Tak Jadikan Keluarganya Kontraktor

Pada kampanye hari ketiga, kandidat Wali Kota Parepare bernomr urut dua Taufan Pawe-Arvanita A Dengkeng (TA’AT) kembali melakukan unjuk kekuatan. Ia menggelar kampanye terbuka di Pantai Bibir, Jl Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat.

Di depan ribuan pendukungnya, Taufan berjanji tidak akan menjadikan keluarganya kontraktor. Tidak akan memperkaya diri sendiri. “Proyek-proyek tidak akan diurus oleh keluarga. Kita serahkan semua kepada pengusaha sesuai profesinya,” kata Taufan di atas panggung yang disambut yel yel hidup Taufan, hidup TA’AT.
Ia menjanjikan menciptakan pemerintahan bersih, tidak akan ada korupsi, tidak ada sogokan jika masyarakat ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Silakan bersaing secara sehat, yang cerdas pasti lulus, tidak ada kolusi,” kata kandidat usungan PBB dan PPDI ini bersemangat.
Sebelum Taufan memaparkan visi dan misinya, istrinya, Ny Erna Taufan, juga ikut orasi. Sebagai pendamping keluarga, ia menjanjikan untuk mengoptimalkan peran perempuan, apalagi pasangan Taufan dari kaum perempuan.
“Saya sudah mendengar banyak keluhan serta masukan dari kelompok-kelompok majelis taklim ketika bersilaturahmi. Insya Allah saya saya akan akomodir untuk memberdayakan perempuan. Apalagi, jumlah pemilih perempuan lebih banyak di Parepare,” kata Erna menutup orasinya.
Massa dihibur musik elekton dan penyanyi lokal. Sekitar pukul 16.00 wita, mereka berangsur-angsur pulang. Ada yang melakukan iring-iringan sambil meneriakkan hidup TA’AT, hidup nomor dua.


Fas Dong Kembali Gelar Pengobatan Gratis

Siang ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ahmad Faisal Sapada- Paseng Madong (Fas Dong) kembali menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dasar dan pengobatan gratis di Kecamatan Bacukiki Barat.

Bakti sosial itu digelar di empat titik. Ketua Tim Pemenangan Fas Dong, Siradz Sapada mengklaim warga yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 200 orang setiap titik.

“Hasil pantauan dan kunjungan langsung saya di lokasi pengobatan gartis, saya menyimpulkan, masyarakat saat ini memang merasa kesusahan, dan mereka butuh kepedualian,” kata Faisal Sapada yang didampingi saudara kandungnya, Siradz.(*)


Fas Dong Kembali Gelar Pengobatan Gratis

Siang ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ahmad Faisal Sapada- Paseng Madong (Fas Dong) kembali menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dasar dan pengobatan gratis di Kecamatan Bacukiki Barat.

Bakti sosial itu digelar di empat titik. Ketua Tim Pemenangan Fas Dong, Siradz Sapada mengklaim warga yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 200 orang setiap titik.

“Hasil pantauan dan kunjungan langsung saya di lokasi pengobatan gartis, saya menyimpulkan, masyarakat saat ini memang merasa kesusahan, dan mereka butuh kepedualian,” kata Faisal Sapada yang didampingi saudara kandungnya, Siradz.(*)


Bupati Enrekang Terpilih Dilantik 6 Oktober

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang akan menyerahkan hasil pleno dan penetapan rekapitulasi suara Pilkada Enrekang ke DPRD setempat, 26 Agustus nanti. Sedangkan pelantikan dijadwalkan 6 Oktober mendatang.
Hasil rekapitulasi suara menempatkan La Tinro La Tunrung dan Nurhasan (Halalan) sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih.

Anggota KPU Enrekang, Amran Martin, mengatakan, KPU sudah memberi waktu tiga hari bagi kandidat lain untuk menyampaikan gugatan atau sanggahan
“Pada masa tiga hari tersebut, tidak ada pihak yang mengajukan gugatan. Karena itu, sesuai jadwal, maka KPU menyerahkan hasil rekapitulasi pasangan terpilih ke dewan, 26 Agustus mendatang,” kata Amran.
DPRD selanjutnya memproses hasil penetapan dari KPU itu untuk disampaikan ke Gubernur Sulsel. Selanjutnya diteruskan ke menteri dalam negeri (mendagri) yang akan menerbitkan surat pengangkatan sebagai pasangan calon terpilih. “Pelantikan dijdwalkan 6 Oktober,” katanya.
Pencoblosan Pilkada Enrekang 2008 berlangsung 4 Agustus. Sedangkan pengumuman pasangan calon terpilih, 7 Agustus lalu.
Pilkada setempat diikuti tiga pasangan calon. Selain Halalan, dua kandidat lain adalah Muslimin Bando-Mustafa Tjawidu (Hambau) dan Umar Leha-Amin Palmansyah (Hulapa).
Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara KPU, Halalan meraih suara terbanyak, 45.460. Sedangkan Hambamu di urutan kedua dengan 31.184 suara dan Hulapa memperoleh 24.066 suara.
Halalan unggul di lima kecamatan, yakni Maiwa, Enrekang, Anggeraja, Bungin, dan Cendana. Sedngkan Hambamu unggul di empat kecamatan (Alla, Malua, Masalle, dan Baroko) dan Hulapa unggul di tiga kecamatan (Baraka, Curio, dan Buntu Batu).
Jumlah pemilih tetap di Enrekang sebanyak 300 ribu. Tapi, suara sah 100.710 dan 1.255 suara dinyatakan batal atau tidak sah. Sisanya tidak memilih.