Daily Archives: August 27, 2008

Mahasiswa Peraih Hadiah Laptop Seminar Pendidikan

Orang Kajang dan Soppeng Mau Dengar Sendiri Penjelasan Syahrul
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar asal Limbung, Kabupaten Gowa, Nur Hasanah, tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya pada Selasa (26/8) sore lalu.
Ia tak menyangka, impiannya untuk memiliki laptop justru datang ketika usai mengikuti seminar pendidikan yang digelar di Mall GTC, Tanjung Bunga. Panitia dari Tribun Timur menyebut namanya sebagai pemenang undian pada seminar bertajuk Wajah Pendidikan dan Harapan Baru Masyarakat Sulsel tersebut.

Seminar hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan ini diikuti sekitar 400 orang yang utamanya guru. Pembicaranya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan A Patabai Pabokori, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof Halide, dan Ketua Panitia Sertifikasi Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Dr Eko Hadisujiono.
“Saya sangat senang menerima laptop ini. Ini impian saya sejak lama yang tidak pernah kesampaian. Ternyata baru terwujud di seminar itu, tanpa beli pula,” katanya seusai menerima hadiah dari Pemimpin Umum Tribun Timur Hasanuddin Hasma dan Pemimpin Perusahaan Ciptyantoro. Saking gembiranya, Nur Hasanah hampir lupa membawa tas laptopnya.
Pada seminar itu, turut diundi hadiah sepeda, telepon selular, voucher belanja, voucher menginap di hotel, dan puluhan hadiah menarik termasuk buku-buku dari Gramedia.
Nur Hasanah hanyalah satu dari sekian banyak peserta asal kabupaten di luar Makassar. “Saya ingin mendengar langsung konsep pendidikan gratis dari Pak Gubernur itu seperti apa. Informasi di daerah masih simpang siur,” ujar Guru SMA I Kajang, Bulukumba, Ramlah Jaya. Ramlah hadir bersama suaminya, Safri Raje, yang juga seorang guru.
Komentar senada dikatakan guru SMA Lajjoa, Liliriaja, Soppeng, Muh Ruslan. “Kita memang sengaja ingin mendengarkan langsung teknis pelaksanaan program pendidikan gratis,” katanya.

Advertisements

Mahasiswa Peraih Hadiah Laptop Seminar Pendidikan

Orang Kajang dan Soppeng Mau Dengar Sendiri Penjelasan Syahrul
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar asal Limbung, Kabupaten Gowa, Nur Hasanah, tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya pada Selasa (26/8) sore lalu.
Ia tak menyangka, impiannya untuk memiliki laptop justru datang ketika usai mengikuti seminar pendidikan yang digelar di Mall GTC, Tanjung Bunga. Panitia dari Tribun Timur menyebut namanya sebagai pemenang undian pada seminar bertajuk Wajah Pendidikan dan Harapan Baru Masyarakat Sulsel tersebut.

Seminar hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan ini diikuti sekitar 400 orang yang utamanya guru. Pembicaranya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan A Patabai Pabokori, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof Halide, dan Ketua Panitia Sertifikasi Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Dr Eko Hadisujiono.
“Saya sangat senang menerima laptop ini. Ini impian saya sejak lama yang tidak pernah kesampaian. Ternyata baru terwujud di seminar itu, tanpa beli pula,” katanya seusai menerima hadiah dari Pemimpin Umum Tribun Timur Hasanuddin Hasma dan Pemimpin Perusahaan Ciptyantoro. Saking gembiranya, Nur Hasanah hampir lupa membawa tas laptopnya.
Pada seminar itu, turut diundi hadiah sepeda, telepon selular, voucher belanja, voucher menginap di hotel, dan puluhan hadiah menarik termasuk buku-buku dari Gramedia.
Nur Hasanah hanyalah satu dari sekian banyak peserta asal kabupaten di luar Makassar. “Saya ingin mendengar langsung konsep pendidikan gratis dari Pak Gubernur itu seperti apa. Informasi di daerah masih simpang siur,” ujar Guru SMA I Kajang, Bulukumba, Ramlah Jaya. Ramlah hadir bersama suaminya, Safri Raje, yang juga seorang guru.
Komentar senada dikatakan guru SMA Lajjoa, Liliriaja, Soppeng, Muh Ruslan. “Kita memang sengaja ingin mendengarkan langsung teknis pelaksanaan program pendidikan gratis,” katanya.


Pasar Sentral Tanru Tedong Resmi Beroperasi

Pasar Sentral Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap, yang direnovasi menjadi pasar modern dengan bantuan dana Bank Dunia, resmi beroperasi mulai Senin (25/8) silam.
Pasar terbesar di wilayah timur Sidrap itu diresmikan Bupati Sidrap, A Ranggong. Hadir unsur muspida, DPRD, pejabt pemkab, konsultan Bank Dunia, pelaksana proyek, dan perwakilan pedagang.

Selain Pasar Tanru Tedong, Pemkab Sidrap juga merehabilitasi dua pasar lainnya, Pasar Rappang dan Pangkajene.
Menurut bupati, rehabilitasi ketiga pasar didukung dana pinjaman Bank Dunia melalui kegiatan urban sector development reform project (USDRP) sebesar Rp 43 miliar lebih.
Bupati menambahkan, di antara lebih dari 400 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 13 kabupaten/kota yang mendapat proyek tersebut. Sidrap merupakan daerah pertama yang mendapat persetujuan.
Sesuai rilis humas Pemkab Sidrap, khusus Pasar Sentral Tanru Tedong menelan biaya Rp 15,3 miliar lebih yang dikerjakan PT Nindya Karya.
Pembangunan dua pasar lainnya, Pasar Pangkajene dan Rappang, sedang dalam tahap penyelesaian akhir, sehingga diharapkan segera dipakai.
Jika sebelumnya Pasar Sentral hanya memiliki 89 buah kios, sekarang menjadi 180 kios. Jumlah lods juga bertambah, dari 238 buah menjadi 656 buah.
Kadis Kimprasda Sidrap, Bachtiar Tamin, menjelaskan, Pasar Sentral Tanru Tedong juga memakai dana sharing dari APBD Sidrap 2007 sebesar Rp 5 miliar lebih.


Pasar Sentral Tanru Tedong Resmi Beroperasi

Pasar Sentral Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap, yang direnovasi menjadi pasar modern dengan bantuan dana Bank Dunia, resmi beroperasi mulai Senin (25/8) silam.
Pasar terbesar di wilayah timur Sidrap itu diresmikan Bupati Sidrap, A Ranggong. Hadir unsur muspida, DPRD, pejabt pemkab, konsultan Bank Dunia, pelaksana proyek, dan perwakilan pedagang.

Selain Pasar Tanru Tedong, Pemkab Sidrap juga merehabilitasi dua pasar lainnya, Pasar Rappang dan Pangkajene.
Menurut bupati, rehabilitasi ketiga pasar didukung dana pinjaman Bank Dunia melalui kegiatan urban sector development reform project (USDRP) sebesar Rp 43 miliar lebih.
Bupati menambahkan, di antara lebih dari 400 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 13 kabupaten/kota yang mendapat proyek tersebut. Sidrap merupakan daerah pertama yang mendapat persetujuan.
Sesuai rilis humas Pemkab Sidrap, khusus Pasar Sentral Tanru Tedong menelan biaya Rp 15,3 miliar lebih yang dikerjakan PT Nindya Karya.
Pembangunan dua pasar lainnya, Pasar Pangkajene dan Rappang, sedang dalam tahap penyelesaian akhir, sehingga diharapkan segera dipakai.
Jika sebelumnya Pasar Sentral hanya memiliki 89 buah kios, sekarang menjadi 180 kios. Jumlah lods juga bertambah, dari 238 buah menjadi 656 buah.
Kadis Kimprasda Sidrap, Bachtiar Tamin, menjelaskan, Pasar Sentral Tanru Tedong juga memakai dana sharing dari APBD Sidrap 2007 sebesar Rp 5 miliar lebih.