Daily Archives: November 7, 2008

Bangunan Kampus Umpar Diterjang Longsor

Sejumlah bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Pare (Umpar) rusak diterjang longsoran tanah, Rabu (5/11). Longsor ini nyaris mengakibatkan korban jiwa yang menghuni bangunan tersebut.
Longsoran berasal dari pondasi lapangan olahraga kampus Umpar setinggi dua meter lebih menimpa sebuah kantin, dan satu rumah tinggal yang dihuni dua mahasiswa dan satu alumni Umpar.

Selain itu, satu rumah pondokan juga terkena imbas tanah longsor namun tidak sampai merusak pondokan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 malam di saat hujan keras berlangsung disertai guntur
Kondisi kantin saat dipantau Tribun, Kamis (6/11), porak poranda sementara rumah yang ditinggali mahasiswa Umpar rusak parah bagian atap rumah yang jebol dan dimasuki longsoran tanah.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun salah satu penghuni bangunan yang terkena longsor di kampus Umpar bernama Rahmat nyaris terkena longsoran saat berada sendirian di rumah tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam sepuluh malam ketika hujan keras disertai guntur. Waktu itu saya sedang membaca buku dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan atap rumah langsung runtuh,” kata Rahmat yang mengaku saat itu berada di dalam kamar.
Dua mahasiswa lainnya yang serumah dengan Rahmat juga beruntung karena malam itu sedang tidak berada di dalam rumah. Akibat runtuhan dari pondasi lapangan olahraga Umpar itu, tepian lapangan rusak sekitar dua meter.
Usai kejadian, para dosen dan mahasiswa berdatangan dan membantu mengevakuasi barang-barang dalam bangunan tersebut sambil membersihkan bongkahan-bongkahan batu dari pondasi lapangan yang longsor.
Akibat Ruko
Rektor Umpar Syarifuddin Yusuf yang ditemui di kampus menilai, terjadinya longsoran diduga kuat akibat pembangunan rumah toko (ruko) dan perumahan di depan kampus Umpar yang tanahnya lebih tinggi.
“Pengembang dan pemerintah setempat seharusnya memperhatikan kondisi ini karena pembangunan ruko dan perumahan di depan kampus rupanya menutup saluran air dan tidak dibuat saluran air baru sehingga air dari atas mengalir dan meresap di tanah kampus,” jelasnya.
Karena itu, ia menghawatirkan kejadian serupa bisa saja terjadi dan akan mengancam sejumlah rumah warga dan pondokan mahasiswa jika bangunan-bangunan di depan kampus tidak membuat saluran air yang baru.

Advertisements

Bangunan Kampus Umpar Diterjang Longsor

Sejumlah bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Pare (Umpar) rusak diterjang longsoran tanah, Rabu (5/11). Longsor ini nyaris mengakibatkan korban jiwa yang menghuni bangunan tersebut.
Longsoran berasal dari pondasi lapangan olahraga kampus Umpar setinggi dua meter lebih menimpa sebuah kantin, dan satu rumah tinggal yang dihuni dua mahasiswa dan satu alumni Umpar.

Selain itu, satu rumah pondokan juga terkena imbas tanah longsor namun tidak sampai merusak pondokan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 malam di saat hujan keras berlangsung disertai guntur
Kondisi kantin saat dipantau Tribun, Kamis (6/11), porak poranda sementara rumah yang ditinggali mahasiswa Umpar rusak parah bagian atap rumah yang jebol dan dimasuki longsoran tanah.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun salah satu penghuni bangunan yang terkena longsor di kampus Umpar bernama Rahmat nyaris terkena longsoran saat berada sendirian di rumah tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam sepuluh malam ketika hujan keras disertai guntur. Waktu itu saya sedang membaca buku dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan atap rumah langsung runtuh,” kata Rahmat yang mengaku saat itu berada di dalam kamar.
Dua mahasiswa lainnya yang serumah dengan Rahmat juga beruntung karena malam itu sedang tidak berada di dalam rumah. Akibat runtuhan dari pondasi lapangan olahraga Umpar itu, tepian lapangan rusak sekitar dua meter.
Usai kejadian, para dosen dan mahasiswa berdatangan dan membantu mengevakuasi barang-barang dalam bangunan tersebut sambil membersihkan bongkahan-bongkahan batu dari pondasi lapangan yang longsor.
Akibat Ruko
Rektor Umpar Syarifuddin Yusuf yang ditemui di kampus menilai, terjadinya longsoran diduga kuat akibat pembangunan rumah toko (ruko) dan perumahan di depan kampus Umpar yang tanahnya lebih tinggi.
“Pengembang dan pemerintah setempat seharusnya memperhatikan kondisi ini karena pembangunan ruko dan perumahan di depan kampus rupanya menutup saluran air dan tidak dibuat saluran air baru sehingga air dari atas mengalir dan meresap di tanah kampus,” jelasnya.
Karena itu, ia menghawatirkan kejadian serupa bisa saja terjadi dan akan mengancam sejumlah rumah warga dan pondokan mahasiswa jika bangunan-bangunan di depan kampus tidak membuat saluran air yang baru.


Siswa SMA 5 Parepare ke Jepang

Dua siswa SMA Negeri 5 Unggulan Kota Parepare akan mengikuti pertukaran pelajar di Jepang, setelah lolos seleksi. Keduanya adalah siswa kelas XI IPA 1, Andi Ahmad dan Yulianti Saputri.
Selama di Jepang, Ahmad dan Yulianti akan bersekolah di Negeri Matahari Terbit tersebut. Keduanya mampu menyisihkan para pesaingnya. Seleksi pertukaran pelajar ini diikuti sekitar 800 siswa.

“Ini salah satu bukti bahwa siswa Parepare juga bisa berprestasi di tingkat dunia. Untuk itu, saya sangat mengharapkan Ahmad dan Yulianti berprestasi di Jepang,” kta Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Mustafa Mappangara, kemarin.


Siswa SMA 5 Parepare ke Jepang

Dua siswa SMA Negeri 5 Unggulan Kota Parepare akan mengikuti pertukaran pelajar di Jepang, setelah lolos seleksi. Keduanya adalah siswa kelas XI IPA 1, Andi Ahmad dan Yulianti Saputri.
Selama di Jepang, Ahmad dan Yulianti akan bersekolah di Negeri Matahari Terbit tersebut. Keduanya mampu menyisihkan para pesaingnya. Seleksi pertukaran pelajar ini diikuti sekitar 800 siswa.

“Ini salah satu bukti bahwa siswa Parepare juga bisa berprestasi di tingkat dunia. Untuk itu, saya sangat mengharapkan Ahmad dan Yulianti berprestasi di Jepang,” kta Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Mustafa Mappangara, kemarin.


Turnamen Habibie Cup Digelar 13 Desember

Pengurus Persipare Kota Parepare akan menggelar turnamen sepakbola
tahunan Habibie Cup ke-17 tahun 2008, mulai 13 Desember. Turnamen ini
dijadwalkan berlangsung dua pekan di Kota Bandar Madani.
Persipare sebagai tuan rumah akan merekrut atau melakukan seleksi
pemain pada November ini, setelah pengurus menetapkan pelatih dan
manajer tim.


Ketua Bidang Pengembangan Persipare, M Haidir, didampingi Ketua Harian
Persipare, Abd Rahman Saleh, Rabu (5/11), mengatakan, pekan ini
pengurus mengagendakan rapat untuk menentukan pelatih.
Keduanya mengemukakan, pengurus sudah mengantongi sejumlah nama calon
pelatih yang akan dipertimbangkan menangani tim.
"Sudah ada beberapa nama calon pelatih yang akan kita rapatkan untuk
dipilih menjadi pelatih kepala dibantu oleh asisten pelatih, seperti
Agussalim, M Kasim, Jalil Koro, Rusli Abu, dan Faisal Risal. Untuk
pelatih kiper kemungkinan besar akan kita pilih Syarifuddin," kata
Haidir.
Dari sekian nama itu, tidak terdapat nama Ayyub Khan yang sebelumnya
beberapa kali membawa Persipare berjaya di turnamen ini.
Mengenai tidak masuknya nama Ayyub, Haidir yang politisi PAN
mengatakan, pengurus sengaja ingin memberikan kesempatan kepada
pelatih-pelatih lokal untuk mengembangkan potensi kepelatihan di
Parepare.
Kemampuan Ayyub dianggap sudah teruji. Karena itu, pengurus Persipare
senagaja mencari pelatih lain di Persipare yang berpotensi.

Pemain Senior

Haidir menambahkan, kemungkinan besar beberapa pemain senior yang
sudah menjadi langganan tim Persipare di Habibie Cup akan dipanggil
lagi.
"Pemain senior bisa saja tetap dipanggil, tergantung kebutuhan tim
nantinya," sebutnya.
Pemain-pemain berpengalamn itu antara lain Abd Hamid, Idris Sulo, dan
Faisal Rizal yang juga dipersiapkan merangkap sebagai asisten pelatih.
"Karena itu, kita imbau agar para pemain, baik yang senior maupun
pemain muda mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi dalam
waktu dekat ini," tambahnya.
Untuk posisi manajer tim, pengurus juga akan menyeleksi beberapa nama,
antara lain A Fahruddin Umar, Ramadhan Umasangaji, Achmad Faisal
Sapada, dan Haidir.
Tahun lalu, Persipare gagal meraih juara setelah di final ditumbangkan
oleh Polmas. Sebagai juara, tim dari Polmas berhak atas hadiah uang Rp
100 juta, sumbangan mantan Presiden BJ Habibie.



suliandio7.blogspot.com


Turnamen Habibie Cup Digelar 13 Desember

Pengurus Persipare Kota Parepare akan menggelar turnamen sepakbola
tahunan Habibie Cup ke-17 tahun 2008, mulai 13 Desember. Turnamen ini
dijadwalkan berlangsung dua pekan di Kota Bandar Madani.
Persipare sebagai tuan rumah akan merekrut atau melakukan seleksi
pemain pada November ini, setelah pengurus menetapkan pelatih dan
manajer tim.


Ketua Bidang Pengembangan Persipare, M Haidir, didampingi Ketua Harian
Persipare, Abd Rahman Saleh, Rabu (5/11), mengatakan, pekan ini
pengurus mengagendakan rapat untuk menentukan pelatih.
Keduanya mengemukakan, pengurus sudah mengantongi sejumlah nama calon
pelatih yang akan dipertimbangkan menangani tim.
"Sudah ada beberapa nama calon pelatih yang akan kita rapatkan untuk
dipilih menjadi pelatih kepala dibantu oleh asisten pelatih, seperti
Agussalim, M Kasim, Jalil Koro, Rusli Abu, dan Faisal Risal. Untuk
pelatih kiper kemungkinan besar akan kita pilih Syarifuddin," kata
Haidir.
Dari sekian nama itu, tidak terdapat nama Ayyub Khan yang sebelumnya
beberapa kali membawa Persipare berjaya di turnamen ini.
Mengenai tidak masuknya nama Ayyub, Haidir yang politisi PAN
mengatakan, pengurus sengaja ingin memberikan kesempatan kepada
pelatih-pelatih lokal untuk mengembangkan potensi kepelatihan di
Parepare.
Kemampuan Ayyub dianggap sudah teruji. Karena itu, pengurus Persipare
senagaja mencari pelatih lain di Persipare yang berpotensi.

Pemain Senior

Haidir menambahkan, kemungkinan besar beberapa pemain senior yang
sudah menjadi langganan tim Persipare di Habibie Cup akan dipanggil
lagi.
"Pemain senior bisa saja tetap dipanggil, tergantung kebutuhan tim
nantinya," sebutnya.
Pemain-pemain berpengalamn itu antara lain Abd Hamid, Idris Sulo, dan
Faisal Rizal yang juga dipersiapkan merangkap sebagai asisten pelatih.
"Karena itu, kita imbau agar para pemain, baik yang senior maupun
pemain muda mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi dalam
waktu dekat ini," tambahnya.
Untuk posisi manajer tim, pengurus juga akan menyeleksi beberapa nama,
antara lain A Fahruddin Umar, Ramadhan Umasangaji, Achmad Faisal
Sapada, dan Haidir.
Tahun lalu, Persipare gagal meraih juara setelah di final ditumbangkan
oleh Polmas. Sebagai juara, tim dari Polmas berhak atas hadiah uang Rp
100 juta, sumbangan mantan Presiden BJ Habibie.



suliandio7.blogspot.com


Dua Investor Lirik Tambang Sidrap

Sedikitnya dua investor melirik sektor pertambangan di Kabupaten Sidrap. Kedua investor direncanakan melakukan eksplorasi bahan galian di wilayah timur kabupaten tersebut.
Hal itu terungkap dalam rapat Sekretaris Pemerintah Kabupaten (Sekkab) Sidrap, Hasanuddin Syafiuddin, di ruang pertemuan sekkab, Selasa (4/11) lalu.
 
Pertemuan dihadiri Kabag Administrasi Perekonomian dan Penanaman Modal Pemkab Sidrap Sudirman Bungi, Kabag Hukum Siara Barang, dan beberap unsur lainnya.
Usai pertemuan tersebut, Sudirman menyebutkan, berkas penawaran kedua investor yang berminat itu sementara dalam proses.
Keduanya adalah PT Liangsin Indomas yang akan mengeksplorasi tambang di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase dengan areal 600 hektare.
Satu investor linnya, PT Alam Subur Budi Sejahtera, melirik Desa Dengeng-dengeng dengan luas lahan 1.000 hektare.
Dalam pengembangan agroindustri, Sudirman juga menyebut sudah ada investor yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk mengembangkan komoditi jagung dan pengembangan bioethanol yang bahan bakunya dari ubi kayu.
Untuk memudahkan investor menanamkan modalnya di Bumi Nene Mallomo ini, pemerintah kabupaten membentuk Tim Pengembangan Agroindustri dan Pengaturan Penerbitan Surat Izin Pertambangan Daerah SIPD).
Tim ini bertugas untuk mengidentifikasi lokasi proyek, analisa gangguan lingkungan, payung hukum seperti peraturan bupati, dan sebagainya hingga dilaksanakannya eksplorasi.