Monthly Archives: May 2009

Aep Kuasai Puncak Mario


Aep Kuasai Puncak Mario
Originally uploaded by djsmaniak

Selasa, 26 Mei 2009

Aep Dadang menyelamatkan gengsi crosser nasional lantaran sukses merajai kelas bergengsi 125cc pada seri pembuka Axioo Motocross Championship 2009 yang dilangsungkan di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Pada moto 1 Aep melesat tercepat memecundangi crosser Thailand Wattana Kanlaya (runner up) dan Denny Orlando (ketiga tercepat). Sedangkan pada moto 2, Aep menempati posisi ketiga setelah James Robinson (Australia) dan Kritsada Bonwatee (Thailand).

Lomba pada moto 2 tidak berlangsung penuh. Pasalnya, pihak penyelenggara memutuskan untuk menghentikan lomba lantaran hujan deras. Tapi karena balapan pada moto 2 sudah berjalan tiga perempat dari waktu seharusnya, maka diputuskan yang menjadi juara adalah Aep Dadang dengan jumlah poin terbanyak dari dua moto.

Aep memimpin klasemen sementara kelas 125 cc dengan kemasan 45 poin. Diikuti, crosser Thailand Samart Tomasing (41 poin), Wattana Kanlaya (Thailand, 40 poin), James Robinson (Selandia Baru, 37 poin), dan Kritisada Boonwatee (Thailand, 34 poin). (sumber: http://www.djarum-super.com)

Advertisements

Bila, Sulawesi Selatan 2008


Bila, Sulawesi Selatan
Originally uploaded by Rick Wezenaar Photography

Inilah jalan poros sidrap-parepare yang membentang jauh lurus kurang lebih 37 kilometer dari sudut kota Kabupaten Sidrap yaitu Kecamatan Dua Pitue, Desa Bila Dusun Pallae.

Foto ini diambil oleh :
Copyright 2008 Rick Wezenaar Photography ~ photo@mitranet.nl. All rights reserved.


Arsip Lontarak di Belanda

KEPALA Badan Arsip Nasional Sulsel, Ama Saing, mengungkapkan pemerintah Kerajaan Belanda tidak keberatan mengembalikan arsip-arsip kuno, Lontarak asal Sulsel yang disimpan di Belanda. Naskah itu lontarak, sejarah perjuangan, pahlawan dan pengetahuan Bugis Makassar itu bisa dikopi dalam bentuk CD dan soft file.

“Belanda tetap menyimpan naskah aslinya karena sudah rapuh, tetapi salinannya bisa diambil untuk dijadikan bahan penelitian sejarah atau melengkapi perpustakaan daerah,” katanya, terkait diskusi penulisan sejarah lokal di MakassarDi Sulsel ada 105 dari ribuan naskah kuno yang dimiliki perorangan yang sempat ditarik dari mereka. Kini ada 5.000 judul naskah lontarak yang dimiliki Badan Arsip Nasional Sulsel.


Jejak Bugis Makassar di Tanah Jawa Dalam Film

PENDAPAT yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia lahir berkat perjuangan etnis tertentu adalah keliru. Bangsa ini lahir dari pergolakan multietnis yang tersebar di seluruh Nusantara. Orang Bugis Makassar sedikit banyak telah memberi andil eksistensi sejumlah kerajaan di Nusantara.Salah satunya Kerajaan Mataram yang juga dikenal sebagai Kerajaan Yogyakarta. Namun cerita ini masih kurang yang tahu. Sama halnya masih minimnya yang tahu bahwa darah Bugis-Makassar juga dalam tubuh dr Wahidin Sudirohusodo, pelopor Budi Utomo.Fakta tersebut mengungkap betapa etnis Bugis Makassar yang tersohor sebagai pelaut ulung sekaligus perantau ulung telah melahirkan tokoh yang berperan dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia.

Sepenggal jejak manusia Bugis di Pulau Jawa tersebut bisa dilihat dalam film epik Diaspora Bugis Makassar dan Kebangkitan Nasional (DBMKN) yang diproduksi Masyarakat Sejarawan Indonesia dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI.Film DBMKN tersebut dipertontonkan di Ruang Rapat A, Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (27/05). Sejumlah dosen, mahasiswa, dan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Makassar, termasuk penulis, ikut menyaksikan penayangan film ini.Kepala Badan Sensor Film Indonesia (BSFI) Dr Mukhlis Paeni juga ikut nonton sekaligus membedah film ini.Film berdurasi 23 menit itu berusaha merekam jejak Bugis Makassar di Tanah Jawa melalui karakter Karaeng Dg Naba dan Karaeng Galesong.Penelusuran genetis dr Wahidin Sudirohusodo itu berawal pada bangsawan Bugis Makassar, Karaeng Daeng Naba yang mengembara ke Jawa setelah Kerajaan Gowa takluk pada Kompeni Belanda di tahun 1669.Di Jawa, Daeng Naba terlibat dalam intrik perebutan kekuasaan antara Trunajaya melawan Mataram, yang mengantarkan Daeng Naba pada posisi negosiator antara pasukan Trunajaya, Madura, dan Karaeng Galesong. Daeng Naba mengupayakan agar di medan pertempuran nanti pasukan Trunajaya, Madura, dan Karaeng Galesong tidak berhadapan dengan pasukan Mataram melainkan berhadapan dengan pasukan kompeni. Eksistensi Kerajaan Mataram hingga saat ini, sedikit banyak Daeng Naba telah memberikan andilnya. (suryana anas)


Kini,Chating di Facebook bisa di Blog

Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.Sekarang, anda bisa langsung chating melalui program javascriptkit tanpa harus membuka situs terlebih dahulu. Selamat mencoba!


Sidrap International Motocross & Grasstrack

 

Kroser dari Lima Negara Bertarung di Rappang

KEJUARAAN motorcross internasional akan digelar di Rappang, Kabupaten Sidrap, 21-24 Mei 2009, dalam kejuaraan balap motor bergengsi dengan tajuk Sidrap International Motocross & Grasstrack 2009 yang dilaksanakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel.

Even tersebut merupakan seri pertama dari lima seri kejuaraan motorcross tahun ini yang digelar di kawasan timur Indonesia. Peserta akan memperebutkan hadiah uang yang totalnya Rp 65 juta.
Hal itu diungkapkan Ketua Panitia A Idris Bau Mange melalui Humas Panitia Sidrap Internasional Motocross & Grasstrack 2009, Mahmud, kepada Tribun, Selasa (5/5) kemarin.
Mahmud mengatakan, dari keterangan pengurus IMI Sulsel Chandra S Djania, kejuaraan ini akan diikuti sedikitnya lima atau enam pembalap luar negeri. Mereka antara lain berasal dari Australia, Selandia Baru, Malaysia, Thailand, dan India.
“Panitia juga mengharapkan ada pembalap dari negara Asean lainnya yang ikut. Even ini akan diikuti 120-an kroser nasional,” sebutnya.
Penyelenggara even ini melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap, Pengda IMI Sulsel, Lightning Production, PT Bayumas Jaya Mandiri Jakarta, FIM, KONI Kabupaten Sidrap, TVOne, dan sejumlah media cetak nasional.

Disiarkan Langsung

Sedangkan Sekretaris Panitia, Ikramullah, dalam keterangan terpisah melalui rilis, mengharapkan, kejuaraan ini dapat melahirkan kroser nasional yang dapat bersaing di level internasional.
Chandra S Djania menambahkan, kejuaraan ini akan disiarkan langsung TV One dengan durasi 90 menit, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 wita, 24 Mei mendatang.
Kelas yang dilombakan motocross kelas Special Engine (SE) 125 cc (status international), SE 80 cc (status international), SE 65 cc, SE 50 cc, 125 cc eksekutif, 125 cc ekspro (pembalap eks juara nasional), dan kelas 125 cc Grade.
Kategori lainnya, grasstrack regional terdiri atas kelas bebek standar pemula, modifikasi yunior, modifikasi 2 tak senior, modifikasi 4 tak senior, dan kelas motor campuran 150 cc yunior.
Chandra menambahkan, Bupati Sidrap, Rusdi Masse, yang juga Ketua IMI Sulsel sangat peduli dengan penyelenggaraan even ini. (***)

Posted by Picasa

JK, Daeng Capres dari Bugis

15 Mei jam 18:30

JAKARTA – Majunya Muhammad Jusuf Kalla menjadi calon presiden (capres) dengan menggandeng Wiranto dari Hanura cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pria yang kerap dipanggil Jusuf Kalla saja atau disingkat JK, sebelumnya berkongsi dengan Partai Demokrat.
Alasannya tidak lain tidak bukan, karena Rapimnas Golkar mengamanatkan agar Golkar mengajukan capres. Selain itu, pecahnya kongsi disebutkan tidak adanya kecocokan kontrak politik antara Golkar dengan Demokrat. JK yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Golkar akhirnya menggandeng Wiranto dari Partai Hanura untuk bertarung di Pemilihan Presiden 2009. Mereka pun menggadang slogan JK-WIN, namun kemudian diralat menjadi JK-Wiranto.
Kisah kepemimpinan JK berawal dari jiwa wirausahanya, yakni ketika memimpin perusahaan keluarganya NV Hadji Kalla dengan jabatan CEO, pada tahun 1968. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, hingga telekomunikasi. Berbagai usahanya itu kemudian berada di bawah bendera usaha Kalla Group. Bahkan karena suksesnya di usaha yang dipimpinnya, JK pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.
Sementara pengalamannya di organisasi juga cukup mumpuni. Tercatat pada periode 1965-1966 Ketua HMI Cabang Makassar, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969. Hingga kini, dia pun masih menjabat Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di alamamaternya Universitas Hasanuddin, setelah terpilih kembali pada musyawarah September 2006.
Kini JK menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004. Puncak karir politiknya di Golkar dikabarkan dikarenakan suksesnya JK saat bersanding dengan Susilo Bambang Yudhoyono memenangi Pemilihan Presiden 2004 silam. Hal ini membuat JK menjabat Wakil Presiden hingga sekarang.
Pengalaman sebagai menteri pun pernah dia rasakan. Yakni di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi diberhentikan. Kemudian kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
JK lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.
Pendidikan formal yang pernah dienyamnya yaitu di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin tahun 1967, dan di The European Institute of Business Administration, Perancis pada tahun 1977. Selanjutnya setelah menikah dengan Mufidah Jusuf, JK dikaruniai seorang putra dan empat putri. Kini JK merupakan kakek dengan sembilan orang cucu.