Category Archives: Ajatappareng

Tau ngga Sih…!! Mario Teguh itu Orang Bugis

Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 56 tahun) adalah seorang motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Malang. Mario Teguh sempat bekerja di Citibank, kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunitas Mario Teguh Super Club (MTSC).

via Mario Teguh – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mario Teguh - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

.

via Tau ngga Sih…!! Mario Teguh itu Orang Bugis.

Advertisements

Hari Jumat kegiatan Pengembangan Diri SMPN 1 Watanpulu

Latihan mengaji

Lagi Potong Rambut Gratis Nih…

atau video laiinna cess


‘Bola Bulu Open Grass Track menuju Puncak’

SIDRAP – Desa Bola Bulu Kecamatan Pitu Riase dikenal dengan motor taksinya. Yaitu motor yang dimodifikasi sebagai angkutan gabah, yang dulu berawal dari sepeda yang membutuhkan waktu lama.
Kepala Desa Bola Bulu Andi Mustakim wawancara via telpon, ‘saya bangga dengan lomba kejuaran ini karena sudah banyak peserta, dan keamanan di Desa kami terjamin,” ungkap Andi Mustakim. Bahkan nantinya pengunjung yang dari Taman Wisata Puncak sambil bisa singgah ikut balapan. Acara ini akan dihelat pada tanggal 23 s/d 25 September 2011 dan adapun sebagai sponsor, IRC Makassar, 19 Rental Car, Furukawa, Viar, Alif Loundry, Foto & Shoting Miring Studio, Djenjol Community, Sumber Tani.
Sekitar hampir 90an peserta ikut bagian dalam kejuaraan ini seperti dari Soppeng, Bone, Belopa, Pinrang, Sulbar, Polmas. Lomba yang paling banyak diikuti yaitu Lokal Sidrap seperti campuran lokal Sidrap s/d 155cc, bebek modifikasi 125cc lokal Sidrap dan taksi.
Adalah Jusman Latto yang biasa jadi tempat mangkal anak kroser Bila, di bengkelnya selalu gelisah untuk dimodif seperti motor trail, kebanyak dari sini Jusman mengaku punya ide cemerlang kalau hanya masalah motor. “Motor apa saja bisa dimodifikasi asalkan bodi mesinnya ada, karena bengkel saya disini sudah banyak orang tertarik untuk membeli motor taksi saya, ya maklum dulu juga pernah ikut balapan sih jadi bisa,” celotohnya sambil ketawa dan siap-siap ke puncak katanya.
Mungkin tak percaya jika sebuah open tournament, balap motor misalnya dilaksanakan oleh panitia secara gratis. Tapi lain cerita di Bola Bulu Kecamatan Pitu Riase.


Banyaknya pa’tassi (bugis) gabah bahkan tukang ojek pun tak ketinggalan untuk ikut berlomba.
Dan dengan itu pulalah yang menjadi awal mula digelarnya Bola Bulu Open Grass Track terlaksana karena banyak tukang ojek dan taksi gabah yang berkeliaran dan saling mengejar. Ocah sapaan akrab Andi Hedar, 29 tahun yang telah membawa harum nama Desa Bila dengan mengikuti kejuaran balap motor, mulai dari Kejurda bahkan sampai pada  Kejurnas yang diikuti tetap membawa nama harum daerah asalnya Bila dengan mengikuti open grass track dan itu dibuktikan dengan puluhan tropi  yang terpajang di rumahnya menjadi pemicu baginya melaksanakan Bola Bulu Open Grass Track. Menurut Ocah “Bola Bulu nanti akan menjadi saksi bisu dan pertama digelarnya kejuaran ini karena begitu banyaknya perlombaan yang akan diikuti oleh peserta. Seperti; campuran lokal Sidrap s/d 155cc, Taksi s/d 150cc open, Special Engine (SE) s/d 250 cc open, bebek modifikasi 125cc lokal Sidrap, Bebek 2 tak standar junior 100cc, Bebek modifikasi open 125cc, Sport open 155cc dan Mini Trail. Kejuaraan ini akan mulai berlangsung tanggal 23 s/d 25 September 2011.Ketua panitia Andi Hedar didampingi Sekretarisnya A. Yudianto dan  Bendahara A. Takwa mengaku bahwa untuk lebih meriahnya acara yang digelarnya itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai hadiah doorprize antara lain Motor Viar, TV 21 Inch, kompor gas, kipas angin. Sedangkan bagi juara masing-masing kelas panitia juga menyiapkan tropi tetap. Panitia dalam hal ini Karim yang dihubungi Lacak, telah menyiapkan karcis masuk mulai Rp.10.000,- s/d Rp.20.000 dan finalnya Rp. 25.000,-. “Pendaftaran gratis tetapi karcis masuk harus ada komsumsi dan akomodasi kepada semua panitia dan ada yang harus kami sesuaiakan seperti Baliho dan biaya lainnya,” ujar Karim. “Total hadiahnya mencapai Rp 25 juta,’’ jelasnya. Untuk lebih amannya kejuaraan tersebut, panitia juga telah bekerjasama dengan pemerintah dan dibecking oleh keamanan baik dari Kodim, Polres maupun  Polsek agar nantinya kejuaraan tersebut berjalan secara  kondusif dan terkendali. (andi/**)


Suku Kaum Bugis

 

Suku kaum Bugis merupakan salah satu etnik yang terdapat di dalam kelompok ras berbilang bangsa di negeri Sabah. Kebanyakan suku kaum ini telah menetap di pantai Timur Sabah iaitu di daerah Tawau, Semporna, Kunak dan Lahad Datu.

Dari aspek sosial, suku kaum ini lebih terkenal dengan kerabat pangkat diraja (keturunan dara), mementingkan soal status individu dan persaudaraan sesama keluarga. Dari segi perkahwinan,suku kaum ini lebih suka menjalinkan perkahwinan dengan keluarga terdekat dan perceraian pula merupakan hubungan sosial yang amat tidak disukai oleh suku kaum ini kerana ia meruntuhkan hubungan kekeluargaan dan bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Pakaian tradisional suku kaum Bugis.

Pada dasarnya, suku kaum ini kebanyakannya beragama Islam Dari segi aspek budaya, suku kaum Bugis menggunakan dialek sendiri dikenali sebagai ‘Bahasa Ugi’ dan mempunyai tulisan huruf Bugis yang dipanggil ‘aksara’ Bugis. Aksara ini telah wujud sejak abad ke-12 lagi sewaktu melebarnya pengaruh Hindu di Kepulauan Indonesia.

Aksara Bugis.

Sejarah kedatangan suku kaum Bugis di Sabah (Tawau khususnya) berkaitan dengan sejarah penerokaan Tawau. Adalah dipercayai suku kaum ini telah meninggalkan Kepulauan Sulawesi menuju ke Pulau Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Kalimantan dan Borneo sejak abad ke-16 lagi.

Continue reading


Wartawan Segera Tetapkan Hari Hak Jawab

Wartawan se Kota Makassar akan berhimpun dalam sebuah acara tudang sipulung yang digelar untuk memeringati setahun berdirinya Koalisi Jurnalis Makassar.Pada peringatan dengan tema “Refleksi Setahun Berjuang Membela Kebebasan Pers”, para wartawan berencana menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Hak Jawab.

Koordinator Acara, Ana Rusli mengatakan, selain penetapan Hari Hak Jawab itu, agenda lainnya dalam peringatan itu antara lain launching album Suara Kebebasan Kerang Band serta pemutaran film Koalisi Jurnalis Makassar dengan judul “Mengapa Kami Melawan”.Selain itu, ada juga acara urung rembuk yang mengulas pentingnya hak jawab dalam mekanisme kontrol dan sengketa pers. Urung rembuk ini menghadirkan para praktisi media massa, akedemisi dan LBH.Koalisi ini resmi terbentuk pada 31 Mei 2008 lalu, dengan tujuan menghadapi gugatan pidana yang dilayangkan Irjen Pol Sisno Adiwinoto, Kapolda Sulselbar kala itu.Koalisi yang terdiri dari AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Makassar, PJI (Perhimpunan Jurnalis Indonesia) Sulsel dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Sulsel ini, kemudian menggalang kekuatan massa wartawan yang dinamakan Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers.(sumber: fajar.co.id)

Bila, Sulawesi Selatan 2008


Bila, Sulawesi Selatan
Originally uploaded by Rick Wezenaar Photography

Inilah jalan poros sidrap-parepare yang membentang jauh lurus kurang lebih 37 kilometer dari sudut kota Kabupaten Sidrap yaitu Kecamatan Dua Pitue, Desa Bila Dusun Pallae.

Foto ini diambil oleh :
Copyright 2008 Rick Wezenaar Photography ~ photo@mitranet.nl. All rights reserved.


Sidrap International Motocross & Grasstrack

 

Kroser dari Lima Negara Bertarung di Rappang

KEJUARAAN motorcross internasional akan digelar di Rappang, Kabupaten Sidrap, 21-24 Mei 2009, dalam kejuaraan balap motor bergengsi dengan tajuk Sidrap International Motocross & Grasstrack 2009 yang dilaksanakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel.

Even tersebut merupakan seri pertama dari lima seri kejuaraan motorcross tahun ini yang digelar di kawasan timur Indonesia. Peserta akan memperebutkan hadiah uang yang totalnya Rp 65 juta.
Hal itu diungkapkan Ketua Panitia A Idris Bau Mange melalui Humas Panitia Sidrap Internasional Motocross & Grasstrack 2009, Mahmud, kepada Tribun, Selasa (5/5) kemarin.
Mahmud mengatakan, dari keterangan pengurus IMI Sulsel Chandra S Djania, kejuaraan ini akan diikuti sedikitnya lima atau enam pembalap luar negeri. Mereka antara lain berasal dari Australia, Selandia Baru, Malaysia, Thailand, dan India.
“Panitia juga mengharapkan ada pembalap dari negara Asean lainnya yang ikut. Even ini akan diikuti 120-an kroser nasional,” sebutnya.
Penyelenggara even ini melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap, Pengda IMI Sulsel, Lightning Production, PT Bayumas Jaya Mandiri Jakarta, FIM, KONI Kabupaten Sidrap, TVOne, dan sejumlah media cetak nasional.

Disiarkan Langsung

Sedangkan Sekretaris Panitia, Ikramullah, dalam keterangan terpisah melalui rilis, mengharapkan, kejuaraan ini dapat melahirkan kroser nasional yang dapat bersaing di level internasional.
Chandra S Djania menambahkan, kejuaraan ini akan disiarkan langsung TV One dengan durasi 90 menit, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 wita, 24 Mei mendatang.
Kelas yang dilombakan motocross kelas Special Engine (SE) 125 cc (status international), SE 80 cc (status international), SE 65 cc, SE 50 cc, 125 cc eksekutif, 125 cc ekspro (pembalap eks juara nasional), dan kelas 125 cc Grade.
Kategori lainnya, grasstrack regional terdiri atas kelas bebek standar pemula, modifikasi yunior, modifikasi 2 tak senior, modifikasi 4 tak senior, dan kelas motor campuran 150 cc yunior.
Chandra menambahkan, Bupati Sidrap, Rusdi Masse, yang juga Ketua IMI Sulsel sangat peduli dengan penyelenggaraan even ini. (***)

Posted by Picasa