Category Archives: Gosip Pemilu 2009

Survei: Yudhoyono Turun Tipis, Kalla Merangkak Naik

Tempointeraktif.Com – Survei: Yudhoyono Turun Tipis, Kalla Merangkak Naik

Shared via AddThis


JK, Daeng Capres dari Bugis

15 Mei jam 18:30

JAKARTA – Majunya Muhammad Jusuf Kalla menjadi calon presiden (capres) dengan menggandeng Wiranto dari Hanura cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pria yang kerap dipanggil Jusuf Kalla saja atau disingkat JK, sebelumnya berkongsi dengan Partai Demokrat.
Alasannya tidak lain tidak bukan, karena Rapimnas Golkar mengamanatkan agar Golkar mengajukan capres. Selain itu, pecahnya kongsi disebutkan tidak adanya kecocokan kontrak politik antara Golkar dengan Demokrat. JK yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Golkar akhirnya menggandeng Wiranto dari Partai Hanura untuk bertarung di Pemilihan Presiden 2009. Mereka pun menggadang slogan JK-WIN, namun kemudian diralat menjadi JK-Wiranto.
Kisah kepemimpinan JK berawal dari jiwa wirausahanya, yakni ketika memimpin perusahaan keluarganya NV Hadji Kalla dengan jabatan CEO, pada tahun 1968. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, hingga telekomunikasi. Berbagai usahanya itu kemudian berada di bawah bendera usaha Kalla Group. Bahkan karena suksesnya di usaha yang dipimpinnya, JK pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.
Sementara pengalamannya di organisasi juga cukup mumpuni. Tercatat pada periode 1965-1966 Ketua HMI Cabang Makassar, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969. Hingga kini, dia pun masih menjabat Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di alamamaternya Universitas Hasanuddin, setelah terpilih kembali pada musyawarah September 2006.
Kini JK menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004. Puncak karir politiknya di Golkar dikabarkan dikarenakan suksesnya JK saat bersanding dengan Susilo Bambang Yudhoyono memenangi Pemilihan Presiden 2004 silam. Hal ini membuat JK menjabat Wakil Presiden hingga sekarang.
Pengalaman sebagai menteri pun pernah dia rasakan. Yakni di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi diberhentikan. Kemudian kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
JK lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.
Pendidikan formal yang pernah dienyamnya yaitu di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin tahun 1967, dan di The European Institute of Business Administration, Perancis pada tahun 1977. Selanjutnya setelah menikah dengan Mufidah Jusuf, JK dikaruniai seorang putra dan empat putri. Kini JK merupakan kakek dengan sembilan orang cucu.


Idrus Marham Tak Tertandingi di Sidrap

PELUANG Idrus Marham untuk kembali duduk di kursi DPR RI terbuka lebar. Dari perolehan suara caleg DPR RI di Kabupaten Sidrap yang telah ditetapkan KPU Sidrap, Wakil Presiden Pemuda Sedunia itu meraih angka tertinggi. Caleg Partai Golkar ini mendapatkan 9.697 suara di 11 kecamatan.

Tingkat eksebilitas Idrus Marham bersama sejumlah caleg Golkar lainnya, turut memperkuat pundi perolehan suara Golkar di Bumi Nene Mallomo ini hingga mencapai 32.409 suara. Dengan demikian, Partai Golkar berdasarkan hasil rincian perolehan suara sah di Sidrap merupakan yang tertinggi di daerah ini.

Peraih suara terbanyak kedua ditempati Partai Demokrat sekitar 20.596 suara. Di partai ini, caleg DPR RI untuk Dapil III, Ir Bahrum Daido MSi berhasil mencetak suara sebanyak 6.103 suara. Disusul Hanura sebanyak 10.398 suara. Caleg DPR RI andalan Hanura di Dapil III Sidrap ini, Drs H Muchtar Amma MM memperoleh suara sebanyak 6.589 suara.
Peringkat kelima perolehan suara partai direbut PBR sebanyak 9.187 suara. Suara tertinggi caleg usungan partai ini,Ir Bahran Andang MSc berhasil meraup suara sebanyak 7.462. Bahkan berdasarkan pendataan KPUD Sidrap, Bahran ditempatkan sebagai caleg DPR RI peraih suara terbanyak kedua setelah Idrus Marham dari Golkar.
Berbeda dengan perolehan suara caleg DPR RI dari PBB, Drs H Ali Muchtar Ngabalin MSi. Di Sidrap, Muchtar hanya mampu meraup suara sebanyak 5.877. Begitupun di tingkat partai, PBB hanya berhasil memetik 8.353 suara di 11 kecamatan yang ada di Sidrap.
Sementara di urutan keenam hingga urutan 10, masing-masing ditempati PDK, PAN, PKS, PPP dan Gerindra. Enam partai ini, hanya mampu meraup suara pada kisaran 7.414 dan terendah 4.042 suara.
Perolehan suara sah tingkat DPRD Provinsi Sulsel tak berbeda jauh dengan perolehan suara partai caleg pusat. Sebut saja H Musyafir Kelana AN yang berhasil meraup suara tertinggi sebanyak 10.918 suara. Sementara di tingkat partai, Golkar unggul dengan suara sebanyak 28.132 suara.
Penyamaan perolehan suara partai dan caleg di tingkat DPR RI, juga terjadi di tingkat provinsi. Di partai ini, Misriani Ilyas berhasil meraup suara sebanyak 4.788 suara. Sementara di tingkat partai unggul dengan 16.670 suara.
Urutan ketiga perolehan suara partai dan caleg tingkat provinsi direbut PBB dengan jumlah suara sah sebanyak 12.488. Caleg PBB, H Ruslan Mahmud SH hanya mampu meraih suara sebanyak 3.487. Demikian juga caleg PPP, Drs HM Syahrir Langko hanya mampu meraup suara sebanyak 3.552 sementara partainya hanya 9.950 suara.
PBR, Hanura, PKS, PKNU, PAN dan PKPB hanya mampu memperoleh suara sah pada kisaran tertinggi 9.109 suara. Sementara suara terendah di urutan ke 10 yang menempatkan PKPB hanya berhasil meraih suara sebanyak 4.458 suara di tingkat partai atas nama Abd Karlin Kati dengan perolehan suara 2.405 suara. (***)

Daulat Rakyat Ditangan Oportunis

Oleh: Adit Paturusi

Penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak (proporsional terbuka) sesuai keputusan MK, menjadikan para caleg yang semula mendapat nomor sepatu, kini termotivasi dan seperti mendapat mesiu untuk meluncur. Sebaliknya urutan nomor “jadi” yang biasanya menjadi bos —menunggu setoran suara dari namor urut di bawahnya— kini harus turun langsung ke lapangan cari-cari muka.

Persaingan untuk merebut suara terbanyak pun kini semakin berat, bukan hanya berebut dengan caleg partai lain tapi juga dengan rekan satu partai.

Dengan sistem proporsional terbuka ini, diharapkan akan lahir anggota dewan dari tokoh-tokoh masyarakat yang berkualitas dari berbagai sisi, baik dari segi ilmu pengetahuan dan wawasan maupun akhlak.

Tidak bisa dipungkiri bahwa anggota dewan yang selama ini lahir dari kendali elit parpol, sebagian besar orang ‘bisu’ ‘tuli’ dan ’sakit’. Tidak heran jika hanya Datang, Duduk, Diam, Dengar, dan Duit (5D).

Kalaupun ada yang kelihatan sibuk, itu hanya urus KKN, perjalanan wisata yang dibungkus kunker, bintek dan perjalanan dinas lainnya. Meski ada satu-dua orang yang kadang-kadang berteriak, tapi suaranya tenggelam dibalik nyanyian lagu setuju oleh para oportunis-pragmatis. Bahkan kadangkala teriakan itu juga bukan dilatarbelangi kepentingan rakyat, tapi lebih dominan kepentingan pribadi atau kelompok.

Harapan berbagai pihak lahirnya anggota dewan yang anti KKN dan bersuara lantang —melalui suara terbanyak— tampaknya akan terhambat oleh pemilih irasional dan tradisional (pragmatis, fanatisme dan primordial) yang jumlahnya masih mayoritas.

Dengan realitas seperti itu, maka anggota dewan yang selama ini lahir dari kolusi, nepotisme dan koncoisme para elit politik akan tergeser dan digantikan tokoh-tokoh lokal dan punya modal. Meski lahir dari ‘rahim’ yang berbeda, namun kualitas, kapabilitas dan integritasnya kemungkinan tidak jauh berbeda.

Dengan pendekatan pragmatisme, fanatisme dan primordialisme, seorang caleg yang tidak kapabel dan oportunis tapi punya uang, bisa melenggang masuk legislatif.

Dari penuturan sejumlah caleg dan pemantauan di masyarakat, mayoritas pemilih menjatuhkan pilihan berdasarkan tiga alasan yakni: Pertama, karena fanatisme terhadap seorang tokoh, baik tokoh nasional maupun lokal; Kedua, karena hubungan kekerabatan dan pertemanan; Ketiga, karena diberi bantuan materi baik secara pribadi maupun kelompok.

Salah serang caleg menuturkan pengalamannya saat melakukan sosialisasi di masyarakat. Ketika memaparkan komitmen dan program kerjanya 5 tahun ke depan jika terpilih jadi anggota dewan, masyarakat menanggapi dingin.

Menurut sebagian masyrakat, jurus program 5 tahun itu jurusnya calon bupati, calon gubernur atau calo presiden. Kalau caleg cukup menggunakan jurus 5 detik. Maksudnya, kata sang caleg kurang mengerti. Ternyata yang dimaksud jurus 5 detik adalah 3 detik mencabut dompet dan mengambil lembaran uang, 2 detik menyodorkan.

Di lain pihak, sejumlah masyarakat yang ditanya alasan memilih seorang caleg, sebagian besar menjawab karena hubungan kekerabatan dan pertemanan atau karena mengagumi tokoh tertentu.

Meski demikian, sebagian kecil menjawab bahwa dia memilih seorang caleg karena cerdas, bersih, jujur dan amanah. Ketika ditanya apakah tidak mengetahui visi-misi partai dan caleg yang akan dipilih, sebagian besar mengaku tidak tahu dan tidak penting.

Mereka menilai, semua itu hanya teori dan kebohongan. Lihat saja statmen-statmen para caleg di baliho dan pada saat kampanye, semua tampil seperti pahlawan sejati. Setelah terpilih, apa yang diperbuat untuk rakyat? Saya lihat, sebagian besar justru sibuk ber-KKN-ria, melancong yang dibungkus dengan studi banding, bintek dan perjalanan dinas lainnya. Sebagian lainnya hanya datang, duduk, diam,dengar, dan duit, selanjutnya ramai-ramai berdiri menyanyikan koor lagu setuju.

Selain sikap pragmatis sebagian masyarakat seperti itu, secara implisit juga mengangdung makna apatis dan skeptis. Sebagian masyarakat tidak lagi percaya pada fungsi dan peran anggota dewan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kalau pun terpaksa memilih seorang caleg bukan lagi berdasarkan pertimbangan rasionalitas tapi karena imbalan materi, kerabat dan fanatisme buta.

Dengan mengabaikan pertimbangan kualitas, kapabilitas dan integritas dalam memilig caleg, maka kedaulatan rakyat akan kembali tergadai di tangan orang-orang ’sakit’, ‘buta’ dan ‘tuli’ dan terperangkap di lingkaran oprtunis-pragmatis. Wallahu a’lam bish shawab.


Sidrap Punya Dua Pasar Modern

Pasar Tanru Tedong dan Rappang Diresmikan 25 Agustus

Dua dari tiga pasar modern hasil renovasi di Kabupaten Sidrap, Pasar Tanru Tedong dan Rappang, akan diresmikan pengoperasiannya, 25 Agustus.
Sedangkan satu pasar lainnya, Pasar Pangkajene, diharapkan rampung dan segera diresmikan pemakaiannya, awal September 2008.

Rencananya, peresmian Pasar Tanru Tedong dan Pasar Rappang yang direnovasi sejak beberapa waktu lalu, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sidrap, A Ranggong, Senin (25/8).
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sidrap, Hasanuddin Syafiuddin,
Kamis (21/8), mengemukakan, dua pasar hasil renovasi ini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan menjelang bulan suci Ramadan.
“Sedangkan Pasar Pangkajene, paling lambat sudah rampung dan bisa difungsikan 1 September mendatang. Saat ini, pembangunannya sudah dalam tahap finishing,” katanya.
Renovasi ketiga pasar itu menelan anggaran yang totalnya Rp 48 miliar lebih. Rinciannya, Rp 43 miliar pinjaman Bank Dunia dan Rp 5 miliar dari APBD Sidrap.
Pasar Pangkajene menelan anggaran Rp 16 miliar, Pasar Rappang anggarannya Rp 17 miliar lebih, dan Pasar Tanrutedong sekitar Rp 15 miliar.


DAFTAR PARTAI PESERTA PEMILU 2009

Dan berikut ini daftar situs web partai-partai peserta pemilu 2009:

1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
a. http://lampung.hanura.or.id/
b. http://www.hanura.com/
c. http://www.hanura.or.id/
d. http://www.hanurablitar.or.id/
e. http://www.hanurabogor.com/
f. http://www.hanura-kalbar.com/
g. http://www.hanurasidoarjo.net/
h. http://www.hanurasulsel.com/
i. http://www.hanurasurabaya.com/
j. http://www.hanuratangerang.com
k. http://www.pemudahanura.org/

2. Partai Karya Peduli Bangsa* (PKPB)
a. http://www.pkpb.net

3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)
a. http://ww.partai-ppi.com/

4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)

5. Partai Gerakan Indonesia Raya Gerindra)
a. http://www.gerindra-forum.or.id/
b. http://www.partaigerindra.or.id/

6. Partai Barisan Nasional (Barnas)
a. http://www.barnas-pku.com/
b. http://www.partaibarisannasional.org
c. http://www.partaibarnas.org

7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia* (PKPI)

8. Partai Keadilan Sejahtera* (PKS)
a. http://banyumas.pks-jateng.or.id
b. http://fpks-kotasemarang.or.id
c. http://pks-pondokjaya.org
d. http://www.fkspekanbaru.org
e. http://www.f-pks.or.id
f. http://www.fpks-dprd-jakarta.org
g. http://www.fpks-dpr-ri.com
h. http://www.fpks-kabbandung.com
i. http://www.fpks-kalsel.or.id
j. http://www.galerikeadilan.net
k. http://www.kaderpks.net
l. http://www.keadilanbogor.or.id
m. http://www.keadilan-jepang.org
n. http://www.korsad.org
o. http://www.pandukeadilan.org/
p. http://www.pks.or.id
q. http://www.pks-anz.org
r. http://www.pks-arabsaudi.org
s. http://www.pks-bandarlampung.org
t. http://www.pksbandung.org
u. http://www.pks-banjarmasin.or.id
v. http://www.pksboard.net
w. http://www.pksbojonegoro.org
x. http://www.pkscianjur.org
y. http://www.pks-cimanggis.or.id
z. http://www.pks-depok.or.id
aa. http://www.pks-dramaga.org
bb. http://www.pk-sejahtera.de
cc. http://www.pk-sejahtera.nl
dd. http://www.pk-sejahtera.org
ee. http://www.pk-sejahtera.org.uk
ff. http://www.pk-sejahtera.us
gg. http://www.pksjakartautara.org
hh. http://www.pks-jakbar.or.id
ii. http://www.pks-jaksel.or.id
jj. http://www.pks-jatiuwung.web.id
kk. http://www.pksjogja.or.id
ll. http://www.pks-kab-bekasi.org
mm. http://www.pks-kabtangerang.or.id
nn. http://www.pks-kbylama.org
oo. http://www.pks-kotabekasi.com
pp. http://www.pkskotajambi.org
qq. http://www.pks-kotatangerang.or.id
rr. http://www.pkskramatjati.org
ss. http://www.pks-malaysia.org
tt. http://www.pks-matraman.org
uu. http://www.pks-mesir.com
vv. http://www.pks-oi.org
ww. http://www.pks-pekanbaru.org
xx. http://www.pks-rawalumbu.org
yy. http://www.pks-sidoarjo.org
zz. http://www.pks-sleman.org
aaa. http://www.pks-sukabumi.org
bbb. http://www.pks-surabaya.or.id
ccc. http://www.wanitapks.org

9. Partai Amanat Nasional* (PAN)
a. http://www.amanatnasional.net/
b. http://www.pan.or.id/
c. http://www.pandki.org/
d. http://www.rumahpan.com/

10. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB)
a. http://www.partai-pib.or.id

11. Partai Kedaulatan
a. http://www.partai-kedaulatan.org/

12. Partai Persatuan Daerah (PPD)
a. http://www.partaipersatuandaerah.com/

13. Partai Kebangkitan Bangsa* (PKB)
a. http://www.dpp-pkb.org/
b. http://www.dpw-pkbjatim.org/
c. http://www.fkb-dpr.or.id/

14. Partai Pemuda Indonesia (PPI)
a. http://www.partaipemudaindonesia.or.id

15. Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme*

16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
a. http://www.pdp.or.id
b. http://www.pdp-sleman.org/

17. Partai Karya Perjuangan (PKP)
a. http://www.partaikaryaperjuangan.org/

18. Partai Matahari Bangsa (PMB)
a. http://www.pmb.or.id/

19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia* (PPDI)

20. Partai Demokrasi Kebangsaan* (PDK)
a. http://www.pdk.or.id/

21. Partai Republika Nusantara (RepublikaN)

22. Partai Pelopor*

23. Partai Golongan Karya* (Golkar)
a. http://pilkada.golkar.or.id/
b. http://www.golkar.or.id
c. http://www.golkar-pmb.com/

24. Partai Persatuan Pembangunan* (PPP)
a. http://www.ppp.or.id/
b. http://www.ppp-jakbar.org

25. Partai Damai Sejahtera* (PDS)
a. http://news.partaidamaisejahtera.com/
b. http://www.partaidamaisejahtera.com/
c. http://www.pds-sulut.com/
d. http://www.pdssurabaya.com/

26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK) Indonesia

27. Partai Bulan Bintang* (PBB)
a. http://www.pbb-info.com/
b. http://www.pbb-online.org/

28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan* (PDIP)
a. http://www.baguna.org/
b. http://www.fpdiperjuangan.or.id
c. http://www.korwilpdip.org/
d. http://www.pdiperjuangan.com/
e. http://www.pdiperjuangan.com/
f. http://www.pdi-perjuangan.or.id/
g. http://www.pdiperjuangan-bondowoso.org
h. http://www.pdiperjuangan-denpasar.org
i. http://www.pdi-perjuangan-jateng.org/
j. http://www.pdiperjuangan-jatim.org
k. http://www.pdiperjuangan-kotajogja.org/

29. Partai Bintang Reformasi* (PBR)
a. http://www.pbr.or.id/

30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat* (PD)
a. http://bappilu.demokrat.or.id/
b. http://hublu.demokrat.or.id/
c. http://www.demokrat.or.id/
d. http://www.partaidemokrat.nl/

32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI)

33. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)

34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)


Bendera Terbalik di Kantor Lurah Lompoe

Kejadian unik mewarnai peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Bendera yang dikibarkan di halaman kantor Lurah Lompoe, Jumat 15 Agustus terbalik.Warna merah di bawah dan putih di atas. Kuat dugaan, pengibaran bendera putih merah itu dilakukan warga Lompoe yang mengecam kebijakan lurah terkait kasus pungutan Prona.

Sekretaris Lurah Lompoe, Usseng, tidak menyangkali pengibaran bendera terbalik tersebut. Dia mengaku yang pertama melihat bendera dengan putih di atas dan merah di bawah saat tiba di kantor pagi. “Ini bukan kesalahan saat bendera dinaikkan. Kemarin (maksudnya Kamis 14 Agustus, red), saya masih melihat bendera merah putih,” kilahnya saat disinggung kesalahan terjadi saat bendera dikibarkan Rabu lalu.

“Bendera tidak pernah kami turunkan. Makanya kami bingung kenapa benderanya
terbalik. Mungkin ada oknum yang iseng sengaja membalik,” tuding Usseng yang enggan menanggapi kejadian itu dikaitkan dengan kasus prona.

Namun berbeda dugaan Udin, warga Lompoe yang menyebut kejadian itu dilakukan
warga sebagai bentuk protes atas kebijakan lurah dalam prona. Selain warga, penjabat Walikota Parepare, HA Sulham Hasan juga menguatkan dugaan itu. “Mungkin ini apresiasi warga yang tidak senang lagi terhadap lurahnya,” ucapnya.

Kejadian itu cukup disayangkan semua pihak. Kabag Ops Polresta Parepare, Kompol Robert Da Costa, Jumat 15 Agustus kemarin, malah mengaku akan menyelidiki motif kejadian tersebut.

“Kalau memang memerotes lurah, itu sah-sah saja. Ya, asal jangan alat negara yang dipermainkan. Itu kan melawan hukum,” kata Robert. Begitu halnya
dengan Ketua DPRD Parepare, H Muhadir Haddade, yang ikut menyayangkan protes warga dengan mempermainkan alat negara tersebut.