Tag Archives: Gosip Pemilu 2009

Kampanye Akbar, Syariah Hadirkan Jubir SBY

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare Syamsul Alam Mallarangeng-Achmad Ridha Ali (Syariah) akan menghadirkan juru kampanye (jurkam) nasional pada kampanye akbar yang akan digelar pada putaran kedua nanti, tepatnya 19 Agustus mendatang.

Tak tanggung-tanggung, jurkam yang bakal dihadirkan di antaranya Juru Bicara Presiden SBY Andi Alifian Mallarangeng, Anggota DPR RI dari PAN Abd Hadi Djamal dan jurkam nasional lainnya.
Hal itu disampaikan pasangan Syamsul, Achmad Ridha Ali ketika berbincang dengan Tribun di sela-sela kampanye simpatiknya, di Warung Kopi Bambapuang, Jumat (15/8). Ia juga menyebut sejumlah jurkam tingkat provinsi.
Untuk jurkam level provinsi, Syariah menghadirkan Ketua DPD Demokrat A Reza Ali, Ketua DPW PAN Ashabul Kahfi, dan sejumlah ketua partai tingkat provinsi.
“Selama kampanye dua putaran berlangsung, kami hanya memanfaatkan kampanye terbuka satu kali saja, itu pun pada putaran kedua nanti,” kata Ridha sembari meneguk kopinya.
Usai minum kopi bersama tim pemenangannya, Ridha melanjutkan kampanyenya seperti biasa, door to door.
Ia memasuki rumah-rumah warga di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki. Sesekali ia berduet dengan Syamsul, kadang-kadang pula ia harus berbagi tugas, tergantung permintaan warga yang memintanya hadir di acara tertentu.


ZK Bersalam Garap Warga Pasar Lakessi

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare Zain Katoe-Sjamsu Alam melakukan kampanye simpatik di Pasar Lakessi, Parepare.

Dengan menggunakan kaos oblong hitam dipadu topi koboi, Zain menyalami para pedagang dan pengunjung pasar.

Yele yel hidup Zain Katoe menggema dari lods ke lods. Puluhan anak-anak mengiringi Zain dan pasangannya seraya bernyanyi-nyanyi hidup O1 hidup Zain Katoe.(*)


Golkar Pasrah di Pinrang dan Sidrap

DPD Partai Golkar Sulsel mengaku berat memenangkan pilkada di Sidrap dan Pinrang, 29 Oktober mendatang. Partai berlambang beringin ini mengakui popularitas kandidat bupati yang diusung di luar Golkar di dua daerah itu cukup berpeluang memenangkan pertarungan.”Apalagi di Pinrang cawabup pendamping Irwan Hamid, yakni Andi Sappewali Moenta tidak maju karena faktor kesehatan. Dan itu telah digantikan. Yang jadi persoalan, bakal cawabup pengganti sappewali ini belum tentu seperti Sappewali Moenta,” jelas Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulsel, HM Roem kepada Fajar, Kamis 7 Agustus.

Mantan Bupati Sinjai dua periode ini mengatakan, DPD I tetap akan mengawal dan membantu pemenangan siapapun paket yang diusung Partai Golkar di Pinrang. “Kendati berat kita akan berjuang, sama halnya di Sidrap. Setelah berusaha, kita pasrah saja,” ujar Roem.

Roem juga mengatakan, DPD I Golkar Sulsel belum mendapat surat secara resmi dari DPD II Partai Golkar Pinrang tentang pengganti Sappewali. “Belum tahu itu, saya hanya tahunya dari media, belum ada surat dari DPD II Pinrang,” tambah Roem.

Sekadar diketahui, Golkar Pinrang memilih Nurahmi menggantikan posisi Andi Sappewali Moenta setelah dinyatakan tidak bisa maju di pilkada karena faktor kesehatan. Nurahmi merupakan istri Sappewali. Ia menggantikan posisi suaminya sebagai calon wakil bupati pasangan Irwan Hamid.

Di Sidrap, cabup-cawabup usungan Partai Golkar Walahuddin-Andi Insan menurut Roem akan berjuang keras menghadapi lawan-lawannya yang tergolong besar. “Kita hanya mampu berusaha, saya sudah katakan kepada seluruh DPD II untuk tetap mengoptimalkan mesin partai. Memang berat, tapi kita harus berusaha,” ujar Roem.


La Tinro di Juppandang, Muslimin di Kantolangi

Calon Bupati Enrekang, Umar Leha, yang berpasangan dengan Amin Palmansyah (Hulapa) tidak mendapat kartu pemilih, sehingga tidak dapat mencoblos di Pilkada Enrekang, Senin (4/8) hari lalu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang menilai Umar masih berstatus perwira polisi Polda Sulsel, sehingga tidak diberi kartu pemilih. Umar sebenarnya terdaftar sebagai pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Kalosi.
Juru bicara Tim Hulapa, Arsoni, kemarin, mengatakan, demi menjaga netralitasnya, Umar tidak akan mencoblos. Tapi, ia tetap ke TPS untuk mengantar istri dan keluarganya menyalurkan hak pilihnya.
Hulapa diusung oleh gabungan koalisi PDIP, PPNUI, dan PBB otimistis memenangkan persaingan dengan dua rivalnya. Pasangan ini akan mengandalkan saksi-saksinya di tiap TPS untuk melaporkan hasil penghitungan suara secepatnya.