Tag Archives: Kaum Intelektual

KPK, Slank Ready to Rock Corruption

Tema: The Family Entertainments

JOINING FORCES: The chairman of the Corruption Eradication Commission,
Antasari Azhar (third left), poses with (left to right) Ivan, Ridho,
Abdee, Bimbim and Kaka from the band Slank. Antasari visited the band
in Gang Potlot, South Jakarta, on Wednesday to show his appreciation
for their anti-corruption campaign. (JP/P.J. Leo)
1. Many even questioned, “Antasari, who?”
But one month after Antasari Azhar was elected as KPK chairman in
December 2007, accompanied by four other unknown personalities who
were appointed as commissioners, the media criticized the anti-graft
body and dismissed it as a mere joke.
Anti-graft activists all over Indonesia slammed members of the House
of Representatives, especially those from major parties, who the
activists said had conspired to pave the way for Antasari to lead the
most powerful law enforcement body. The media and activists joined
forces to undermine the credibility of the commissioners, especially
in underlining Antasari’s questionable track record.
They pointed to allegations of how Antasari, for instance, had failed
to execute 32 West Sumatra councilors who were found guilty by the
Supreme Court when he was the province’s chief prosecutor.
2. Can a rock band help a country fight graft?
Ask Slank and the Corruption Eradication Commission (KPK). KPK
chairman Antasari Azhar visited the band on Wednesday, despite earlier
threats by the House of Representatives to sue Slank for their
allegedly inflammatory lyrics. “The KPK and Slank are like fish and
water, we cannot be separated because our vision and mission are the
same: to combat corruption,” Antasari said at the group’s office
located in Potlot Alley in South Jakarta.
During the meeting, Slank signed and presented Antasari with a poster
showing him hoisting a corruptor by the hair while the man pleads to
be released, saying, “I love Slankers too, peace.” In the background
of the poster, a boy is singing the song that got lawmakers so upset,
“Gossip Jalanan” (Street Gossip), with its lyrics: “Want to know the
mafia in Senayan?/ Who draw up laws?/ Draft bills for bucks.” Antasari
then signed another copy of the poster and presented it to the band.
“The KPK and Slank, we’re true friends. When one of us is down, the
other one is ready to come to the rescue,” Slank’s drummer, Bimbim,
said. Last week the deputy head of the House’s disciplinary committee,
Gayus Lumbuun, threatened to sue Slank for the lyrics to “Gossip
Jalanan”, which he deemed “hurtful” to the institution.
Talk of a lawsuit quickly disappeared when the KPK arrested lawmaker
Al Amin Nasution on April 16 for allegedly accepting a bribe. Antasari
said his visit had no connection to the dispute between Slank and the
House. He said he was there simply to strengthen ties. “We, the KPK,
fight corruption using the law and the methods that we have, while
Slank fights with their moral messages and their art, writing songs
and playing them,” he said. Slank said the threat of a lawsuit would
not silence them.
“As usual, we just take these comments as they come. Besides, in this
era of democracy, they have the right to voice their opinion,” Bimbim
said to the applause of hundreds of Slank fans, or Slankers. Antasari
also presented Slank with a certificate of appreciation for their
efforts in fighting corruption. Slank visited the KPK building last
month, presenting commission officials with a CD titled Slank
Antikorupsi, which is a compilation of corruption-themed songs from
Slank’s earlier albums.
After the presentation of the certificate, Slank played three songs,
including “Gossip Jalanan” and the Slankers’ theme song mixed with
snatches of “Maju Tak Gentar” (Move on without fear), an old patriotic
tune.
With accompaniment by Slank, Antasari sang “Juwita Malam” (Evening
Juliet) to the cheers and laughter of Slankers and reporters.
Responding to a comment from a reporter that he had a nice voice,
Antasari said, “I’m training for a post-retirement job.”
Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2008/04/17/kpk-slank-ready-rock-corruption.html


suliandio7.blogspot.com


Maba Menuntut Transfaransi Presma Stain Parepare

Parepare– Mahasiswa baru parepare tahun ajaran 2008 – 2009 telah meminta kepada pihak ketua BEM Stain Agus Mantaong dan wakilnya Rafika, dan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi maka mereka akan orasi dan menuntut agar segera presiden yang baru segera dihentikan secepatnya. Jika perlu dihentikan sementara agar diurus kepanitiaan yang carut marut.
Salah seorang koordinator mahasiswa, yang tidak mau disebutkan namanya, meminta segera mengurus administrasi dan transfaransi dana pelaksanaan ospek yang kenyataan telah membuat mahasiswa agak ketakutan karena dana yang terkumpul dari keseluruhan kurang lebih 200 mahasiswa yang terkumpul sebanyak Rp. 700.00 ternyata yang tercatat di kas bendahara adalah kurang lebih satu jua.
Mahasiswa kecewa karena hal ini dapat mencoreng mahasiswa STAIN yang kuliah disini, karena bisa jadi ini adalah awal praktek kolusi dan korupsi.
Mahasiswa hanya meminta satu minggu setelah demo ini tidak berlanjut dan berkepanjangan. Karena mereka telah meminta satu bulan berjalan namun tidak ada respon kata gerakan dari pihak panitia ospek. Semoga hal ini tidak terjadi dikemudian hari untuk mahasiswa yang berintelektual dan selalu tanggap dengan masalah sosial dan politik.

penulis: suliandi hp saade


Bangunan Kampus Umpar Diterjang Longsor

Sejumlah bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Pare (Umpar) rusak diterjang longsoran tanah, Rabu (5/11). Longsor ini nyaris mengakibatkan korban jiwa yang menghuni bangunan tersebut.
Longsoran berasal dari pondasi lapangan olahraga kampus Umpar setinggi dua meter lebih menimpa sebuah kantin, dan satu rumah tinggal yang dihuni dua mahasiswa dan satu alumni Umpar.

Selain itu, satu rumah pondokan juga terkena imbas tanah longsor namun tidak sampai merusak pondokan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 malam di saat hujan keras berlangsung disertai guntur
Kondisi kantin saat dipantau Tribun, Kamis (6/11), porak poranda sementara rumah yang ditinggali mahasiswa Umpar rusak parah bagian atap rumah yang jebol dan dimasuki longsoran tanah.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun salah satu penghuni bangunan yang terkena longsor di kampus Umpar bernama Rahmat nyaris terkena longsoran saat berada sendirian di rumah tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam sepuluh malam ketika hujan keras disertai guntur. Waktu itu saya sedang membaca buku dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan atap rumah langsung runtuh,” kata Rahmat yang mengaku saat itu berada di dalam kamar.
Dua mahasiswa lainnya yang serumah dengan Rahmat juga beruntung karena malam itu sedang tidak berada di dalam rumah. Akibat runtuhan dari pondasi lapangan olahraga Umpar itu, tepian lapangan rusak sekitar dua meter.
Usai kejadian, para dosen dan mahasiswa berdatangan dan membantu mengevakuasi barang-barang dalam bangunan tersebut sambil membersihkan bongkahan-bongkahan batu dari pondasi lapangan yang longsor.
Akibat Ruko
Rektor Umpar Syarifuddin Yusuf yang ditemui di kampus menilai, terjadinya longsoran diduga kuat akibat pembangunan rumah toko (ruko) dan perumahan di depan kampus Umpar yang tanahnya lebih tinggi.
“Pengembang dan pemerintah setempat seharusnya memperhatikan kondisi ini karena pembangunan ruko dan perumahan di depan kampus rupanya menutup saluran air dan tidak dibuat saluran air baru sehingga air dari atas mengalir dan meresap di tanah kampus,” jelasnya.
Karena itu, ia menghawatirkan kejadian serupa bisa saja terjadi dan akan mengancam sejumlah rumah warga dan pondokan mahasiswa jika bangunan-bangunan di depan kampus tidak membuat saluran air yang baru.


Siswa SMA 5 Parepare ke Jepang

Dua siswa SMA Negeri 5 Unggulan Kota Parepare akan mengikuti pertukaran pelajar di Jepang, setelah lolos seleksi. Keduanya adalah siswa kelas XI IPA 1, Andi Ahmad dan Yulianti Saputri.
Selama di Jepang, Ahmad dan Yulianti akan bersekolah di Negeri Matahari Terbit tersebut. Keduanya mampu menyisihkan para pesaingnya. Seleksi pertukaran pelajar ini diikuti sekitar 800 siswa.

“Ini salah satu bukti bahwa siswa Parepare juga bisa berprestasi di tingkat dunia. Untuk itu, saya sangat mengharapkan Ahmad dan Yulianti berprestasi di Jepang,” kta Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Mustafa Mappangara, kemarin.


Mahasiswa Peraih Hadiah Laptop Seminar Pendidikan

Orang Kajang dan Soppeng Mau Dengar Sendiri Penjelasan Syahrul
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar asal Limbung, Kabupaten Gowa, Nur Hasanah, tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya pada Selasa (26/8) sore lalu.
Ia tak menyangka, impiannya untuk memiliki laptop justru datang ketika usai mengikuti seminar pendidikan yang digelar di Mall GTC, Tanjung Bunga. Panitia dari Tribun Timur menyebut namanya sebagai pemenang undian pada seminar bertajuk Wajah Pendidikan dan Harapan Baru Masyarakat Sulsel tersebut.

Seminar hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan ini diikuti sekitar 400 orang yang utamanya guru. Pembicaranya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan A Patabai Pabokori, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof Halide, dan Ketua Panitia Sertifikasi Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Dr Eko Hadisujiono.
“Saya sangat senang menerima laptop ini. Ini impian saya sejak lama yang tidak pernah kesampaian. Ternyata baru terwujud di seminar itu, tanpa beli pula,” katanya seusai menerima hadiah dari Pemimpin Umum Tribun Timur Hasanuddin Hasma dan Pemimpin Perusahaan Ciptyantoro. Saking gembiranya, Nur Hasanah hampir lupa membawa tas laptopnya.
Pada seminar itu, turut diundi hadiah sepeda, telepon selular, voucher belanja, voucher menginap di hotel, dan puluhan hadiah menarik termasuk buku-buku dari Gramedia.
Nur Hasanah hanyalah satu dari sekian banyak peserta asal kabupaten di luar Makassar. “Saya ingin mendengar langsung konsep pendidikan gratis dari Pak Gubernur itu seperti apa. Informasi di daerah masih simpang siur,” ujar Guru SMA I Kajang, Bulukumba, Ramlah Jaya. Ramlah hadir bersama suaminya, Safri Raje, yang juga seorang guru.
Komentar senada dikatakan guru SMA Lajjoa, Liliriaja, Soppeng, Muh Ruslan. “Kita memang sengaja ingin mendengarkan langsung teknis pelaksanaan program pendidikan gratis,” katanya.


Marhaban Yaa Ramadhan….

Pembekalan Mubalig Sidrap
Pemkab Sidrap menggelar pembekalan mubalig, Senin (11/8), di ruang pola kantor Bupati Sidrap. Diharapkan mubalig bisa meredam tindak kekerasan yang semakin marak terjadi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkab Sidrap, Abdul Salam, mengatakan, dengan pelatihan ini diharapkan mutu dan kualitas hidup masyarakat Sidrap meningkat.
“Mubalig sangat berperan membina umat di tengah-tengah semakin kompleksnya kehidupan saat ini,” katanya.


Stop Honorer Baru!

Wali Kota Parepare terbitkan edaran melarang adanya pengangkatan tenaga honorer baru. Larangan itu juga berlaku untuk penerimaan tenaga sosial (sukarela)
*Sesuai program pemerintah, tenaga honorer yang masuk data base BKN akan dihabiskan menjadi CPNS tahun 2009. Juli lalu, Komisi A DPRD Parepare temukan adanya tenaga sukarela yang diminta membayar jutaan rupiah dengan iming- iming jadi tenaga honorer

Penjabat Wali Kota Parepare, A Sulham Hasan, melarang kepala-kepala unit kerja di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare merekrut atau mengangkat lagi tenaga honorer baru.
Larangan wali kota itu tertuang dalam surat edaran melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Parepare Nomor 800-894-BKDD tertanggal 11 Agustus. Isinya, menegaskan agar setiap kepala unit kerja tidak lagi menerima atau mengangkat tenaga honorer baru.

Wali kota juga melarang pengangkatan tenaga sosial atau sukarela. Hal itu diungkapkan Kabag Humas Pemkot Parepare, Iwan Asaad, Minggu (24/8), melalui rilisnya.
Larangan itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditetapkan 16 November 2005.
“Sejak ditetapkannya peraturan pemerintah ini, semua pejabat pembina kepegawaian dan pejabat di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenisnya. Kecuali ditetapkan dengan peraturan pemerintah,” kata Iwan, mengutip penjelasan wali kota.
Sesuai program pemerintah, seluruh tenaga honorer yang sudah tercatat dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan dituntaskan pengangkatannya menjadi CPNS tahun 2009.
Surat edaran wali kota tersebut sekaligus merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Ketua DPRD Kota Parepare Nomor Sb.002/232/DPRD/07/2008 tanggal 28 Juli 2008 tentang adanya laporan pengangkatan tenaga honorer siluman di salah satu instansi setempat.

Temuan DPRD Parepare

KOMISI A DPRD Kota Parepare dan Wakil Ketua DPRD M Siradz A Sapada, Juli lalu, menerima laporan adanya pungutan dari salah satu unit kerja di lingkup Pemkot Parepare kepada tenaga sosial atau sukarela dengan iming-iming diangkat menjadi honorer.
Temuan ini terungkap dalam dengar pendapat yang difasilitasi komisi A dengan beberapa unit kerja, seperti Inspektorat Kota Parepare, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD), serta Bagian Pemerintahan Parepare, 8 Juli lalu.
Dalam dengar pendapat itu terungkap adanya tenaga sosial (sukarela) yang mengaku dimintai uang Rp 12 juta untuk dapat diangkat menjadi honorer.
Terungkap pula adanya tenaga sosial yang menyetor Rp 8 juta, juga dengan iming-iming diangkat menjadi honorer.