Tag Archives: Pare Bandar Madani

Cara buat Foto Slide dari Flickr

To insert it as a slideshow, you need this shortcode model:
Paste into HTML post or page editor, or into a text widget. Where I’ve written SPECIFY, you type in the desired width number; make sure it doesn’t exceed the maximum for the theme you’re using (see relevant posts here and here).

Advertisements

Persipare Masih Andalkan Pemain Senior

 Trio pelatih Persipare Kota Parepare akan menetapkan tim defenitif, 18 November. Tim Persipare akan menjadi tuan rumah turnamen sepakbola Habibie Cup ke-17, Desember mendatang.
Setelah pembentukan tim defenitif, Persipare akan melakukan serangkaian pertandingan ujicoba dengan tim-tim dari luar Kota Bandar Madani.
 
Pelatih kepala Persipare, Agussalim, Jumat (14/11), mengatakan, tim pelatih masih menyeleksi 30 pemain dari yang sebelumnya totalnya 60 orang.
“Tim defenitif yang akan kita bentuk diperkuat 23 pemain. Rencananya, Selasa pekan depan sudah terbentuk tim defenitif,” kata Agussalim.
Mengenai rencana uji coba, Agussalim menyebutkan, mereka akan menjajal tim dari Kabupaten Pangkep. “Kami belum tahu pasti tim apa yang kami hadapi. Kalau bukan tim dari perusahaan Tonasa, mungkin Persipangkep,” sebutnya.
Meski seleksi sementara berlangsung, kemungkinan besar Persipare masih mengandalkan wajah-wajah lama atau pemain senior yang menjadi langganan tim.
Mereka antara lain Faisal Rizal (gelandang), Ahmad Qadri
Pasba (gelandang), Bahri (bek kanan), dan Abd Hamid (stopper).
Pertimbangan pelatih, mereka berpengalaman dan staminanya masih prima.
Di lini depan, nama Akbar Mallarangeng dan Aslan menjadi calon kuat untuk mengisi sektor penggedor. Ada pula nama mantan striker Persipare, M Saing alias Salas.
“Aslan dan Akbar Mallarangeng sudah menyampaikan kesiapannya memperkuat Persipare di Habibie Cup. Selain mereka, beberapa mantan pemain Persipare lainnya seperti Sudirman dan Bakhtiar juga menyatakan kesediannya,”
katanya.

Turnamen Habibie Cup Digelar 13 Desember

Pengurus Persipare Kota Parepare akan menggelar turnamen sepakbola
tahunan Habibie Cup ke-17 tahun 2008, mulai 13 Desember. Turnamen ini
dijadwalkan berlangsung dua pekan di Kota Bandar Madani.
Persipare sebagai tuan rumah akan merekrut atau melakukan seleksi
pemain pada November ini, setelah pengurus menetapkan pelatih dan
manajer tim.


Ketua Bidang Pengembangan Persipare, M Haidir, didampingi Ketua Harian
Persipare, Abd Rahman Saleh, Rabu (5/11), mengatakan, pekan ini
pengurus mengagendakan rapat untuk menentukan pelatih.
Keduanya mengemukakan, pengurus sudah mengantongi sejumlah nama calon
pelatih yang akan dipertimbangkan menangani tim.
"Sudah ada beberapa nama calon pelatih yang akan kita rapatkan untuk
dipilih menjadi pelatih kepala dibantu oleh asisten pelatih, seperti
Agussalim, M Kasim, Jalil Koro, Rusli Abu, dan Faisal Risal. Untuk
pelatih kiper kemungkinan besar akan kita pilih Syarifuddin," kata
Haidir.
Dari sekian nama itu, tidak terdapat nama Ayyub Khan yang sebelumnya
beberapa kali membawa Persipare berjaya di turnamen ini.
Mengenai tidak masuknya nama Ayyub, Haidir yang politisi PAN
mengatakan, pengurus sengaja ingin memberikan kesempatan kepada
pelatih-pelatih lokal untuk mengembangkan potensi kepelatihan di
Parepare.
Kemampuan Ayyub dianggap sudah teruji. Karena itu, pengurus Persipare
senagaja mencari pelatih lain di Persipare yang berpotensi.

Pemain Senior

Haidir menambahkan, kemungkinan besar beberapa pemain senior yang
sudah menjadi langganan tim Persipare di Habibie Cup akan dipanggil
lagi.
"Pemain senior bisa saja tetap dipanggil, tergantung kebutuhan tim
nantinya," sebutnya.
Pemain-pemain berpengalamn itu antara lain Abd Hamid, Idris Sulo, dan
Faisal Rizal yang juga dipersiapkan merangkap sebagai asisten pelatih.
"Karena itu, kita imbau agar para pemain, baik yang senior maupun
pemain muda mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi dalam
waktu dekat ini," tambahnya.
Untuk posisi manajer tim, pengurus juga akan menyeleksi beberapa nama,
antara lain A Fahruddin Umar, Ramadhan Umasangaji, Achmad Faisal
Sapada, dan Haidir.
Tahun lalu, Persipare gagal meraih juara setelah di final ditumbangkan
oleh Polmas. Sebagai juara, tim dari Polmas berhak atas hadiah uang Rp
100 juta, sumbangan mantan Presiden BJ Habibie.



suliandio7.blogspot.com


Logo web parepare

Posted by Picasa

Parepare Bersih-bersih Atribut

Mulai pagi tadi hingga siang ini, Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Wali Kota Parepare yang bekerja sama dengan komisi pemilihan umum (KPU) dan pemerintah kota melakukan pembersihan atribut kandidat, mulai dari pelosok hingga pusat kota.

Ketua Panwas Pemilu Parepare Sulhayat Takdir mengatakan, mulai tadi malam beberapa kandidat sudah menghubunginya bahwa mereka siap menurunklan sendiri baliho dan atribut lainnya.

Masih ada beberap ayang berukuran kecil yang masih terpajang. “Itu yang kita turunkan, kalau dia bentuk stiker, kita lucuti,” katanya. Pencoblosan di Pilkada Parepare akan dilaksanakan Kamis (28/8) mendatang.(*)


Stop Honorer Baru!

Wali Kota Parepare terbitkan edaran melarang adanya pengangkatan tenaga honorer baru. Larangan itu juga berlaku untuk penerimaan tenaga sosial (sukarela)
*Sesuai program pemerintah, tenaga honorer yang masuk data base BKN akan dihabiskan menjadi CPNS tahun 2009. Juli lalu, Komisi A DPRD Parepare temukan adanya tenaga sukarela yang diminta membayar jutaan rupiah dengan iming- iming jadi tenaga honorer

Penjabat Wali Kota Parepare, A Sulham Hasan, melarang kepala-kepala unit kerja di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare merekrut atau mengangkat lagi tenaga honorer baru.
Larangan wali kota itu tertuang dalam surat edaran melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Parepare Nomor 800-894-BKDD tertanggal 11 Agustus. Isinya, menegaskan agar setiap kepala unit kerja tidak lagi menerima atau mengangkat tenaga honorer baru.

Wali kota juga melarang pengangkatan tenaga sosial atau sukarela. Hal itu diungkapkan Kabag Humas Pemkot Parepare, Iwan Asaad, Minggu (24/8), melalui rilisnya.
Larangan itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditetapkan 16 November 2005.
“Sejak ditetapkannya peraturan pemerintah ini, semua pejabat pembina kepegawaian dan pejabat di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenisnya. Kecuali ditetapkan dengan peraturan pemerintah,” kata Iwan, mengutip penjelasan wali kota.
Sesuai program pemerintah, seluruh tenaga honorer yang sudah tercatat dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan dituntaskan pengangkatannya menjadi CPNS tahun 2009.
Surat edaran wali kota tersebut sekaligus merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Ketua DPRD Kota Parepare Nomor Sb.002/232/DPRD/07/2008 tanggal 28 Juli 2008 tentang adanya laporan pengangkatan tenaga honorer siluman di salah satu instansi setempat.

Temuan DPRD Parepare

KOMISI A DPRD Kota Parepare dan Wakil Ketua DPRD M Siradz A Sapada, Juli lalu, menerima laporan adanya pungutan dari salah satu unit kerja di lingkup Pemkot Parepare kepada tenaga sosial atau sukarela dengan iming-iming diangkat menjadi honorer.
Temuan ini terungkap dalam dengar pendapat yang difasilitasi komisi A dengan beberapa unit kerja, seperti Inspektorat Kota Parepare, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD), serta Bagian Pemerintahan Parepare, 8 Juli lalu.
Dalam dengar pendapat itu terungkap adanya tenaga sosial (sukarela) yang mengaku dimintai uang Rp 12 juta untuk dapat diangkat menjadi honorer.
Terungkap pula adanya tenaga sosial yang menyetor Rp 8 juta, juga dengan iming-iming diangkat menjadi honorer.


Parepare Utus Sepuluh Pelajar

Dunia Pendidikan Parepare mencatat beberapa prestasi membanggakan. Hal itu terlihat dari adanya utusan sepuluh pelajar untuk bersaing di tingkat nasional dalam berbagai jenis lomba.Kesepeluh pelajar itu masing-masing peraih peringkat pertama tingkat Sulsel untuk olimpiade sains IPA, fisika, dan matematika, lomba kreatif siswa, tenis meja, bridge, dan catur, mulai SD, SMP sampai SMA.

“Ini bukti kalau Parepare juga punya segudang prestasi. Utusan itu, para juara satu tingkat Sulsel. Mereka berhak mewakili Sulsel ke tingkat nasional,” terang Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Parepare, Mustafa Mappangara, Rabu 20 Agustus.

Yang lebih membanggakan lanjutnya, tahun ini banyak pelajar yang menembus even nasional. Selain pelajar sebut Kadis, juga ada guru dan kepala sekolah yang berprestasi di tingkat Sulsel. Satu di antaranya, Kepala TK Aisiyah 2, Muliati. Bahkan Muliati diundang ke Istana Negara menghadiri upacara peringatan HUT ke-63 RI, Minggu 17 Agustus lalu.

Dengan prestasi itu sambung dia, pembinaan akan terus dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (Lopi). “Yayasan pendidikan ini akan membina pelajar kita nantinya,” tandasnya.