Tag Archives: News

Aco Temui Komunitas Tolotang Sidrap

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, memanfaatkan kedatangannya di Sidenreng Rappang dengan menggelar silaturrahmi dengan komunitas Tolotang.

Ilham memasuki kawasan ini dijemput ratusan warga semuanya memakai sarung. Kunjungan kali ini, Ilham didampingi Ketua DPD GOlkar Sidrap, Andi Ranggong dan Insan P Tanri.

Ketua Pemangku adat Towani Tolotang, Mappajanci SH menerima kedatangan Ilham cs. Mappajanci adalah seorang Jaksa di Sidrap. Ilham diterima di sebuah rumah besar di mana berkumpul ratusan komunitas Tolotang, rumah besar yang di dalamnya tidak memiliki kursi.

Konon kabarnya duduk bersila merupakan tradisi Tolotang yang tidak dihilangkan.
Sidrap merupakan daerah ke-13 yang dikunjungi Ilham sejak ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar mengisi posisi yang ditinggalkan Amin Syam. Dari Sidrap, Aco, sapaan Ilham, akan menuju Pinrang. (*)

sumber: tribun.com

Advertisements

tolotang: Dari Dulu Kami Golkar

Ketua Pemangku Adat Tolotang, Sidrap, Mappatjanci SH menyatakan apresiasinya atas kunjungan Ketua DPD Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin ke komunitas ini.

“Saya pribadi dan atas nama To ani Tolotang,menaruh penghargaan sebesar besarnya atas kunjungan ketua Golkar Sul-sel. Kami bersama komunitas di sini sudah lama mendengar namanya karena Pak Aco ini sukses menahkhodai Makassar. Kami juga ingin menegaskan bawa sejak lama komunitas ini ber-Golkar. Kami tentunya akan terus bersama selama Partai Golkar terus menjaga konsistensi, jujur, dan amanah karena itu
merupakan prinsip hidup kami warga To Ani Tolotang” kata Mappatjanci.

Ilham berjanji tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan komunitas ini. Dalam data statistik BPS, komunitas Tolotang yang tersebar di Sidrap sekitar 20 ribu jiwa.
“Kader Partai Golkar senantiasa menjaga prinsip jujur dan amanah sebagaimana yang kami pegang sebagai sikap dalam memajukan organisasi, ” kata Aco. Aco meminta kepada para kader Golkar Sidrap tetap menjaga selaturrahmi dengan komunitas ini.

Menurutnya Golkar selalu mengayomi seperti pohon beringin rindang yang senantiasa menjadi pelindung. Dari lokasi ini, Ilham cs akan menuju Kabupaten Pirang. (*)

sumber: tribun.com


Pasar Lakessi Ditarget Rampung Februari 2010

Rehabilitasi Pasar Lakessi, Kota Parepare, diharapkan rampung dan diresmikan penggunaannya pada Februari 2010 atau bersamaan dengan perayaan HUT Ke-50 Kota Parepare.

Hal itu diungkapkan Kabag Humas Parepare, Iwan Asaad, Rabu (11/2), berdasarkan hasil kunjungan Wali Kota Parepare, Mohammad Zain Katoe, ke lokasi pembangunan Pasar Lakessi, akhir Januari lalu.
Dalam kunjungan itu, wali kota didampingi Kadis PU dan Praswil Parepare Imran Ramli, Direktur PDAM Fachruddin A Umar, dan beberapa pejabat pemkot lainnya.
Menanggapi pernyataan wali kota itu, Kepala Perwakilan PT Hutama Karya Parepare, Ahmad Sibali, mengemukakan, akan mengupayakan pembangunan pasar itu dapat dirampungkan bersamaan dengan HUT Parepare tahun 2010 mendatang.
“Kita berupaya agar pembangunan Pasar Lakessi ini rampung segera, sesuai harapan bapak wali kota,” katanya.
Sedangkan Kadis PU dan Praswil Parepare, Imran Ramli, menyebutkan, hingga sat ini pembangunan Pasar Lakessi sudah rampung sekitar 35 persen.
Selain mengunjungi lokasi rehab pasar Lakessi, wali kota dan rombongan juga mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cempae.
“Kita targetkan TPI itu beroperasi tahun ini, dan bilamana belum, harus diketahui penyebabnya,” tegas wali kota, melalui Iwan Asaad.


Ajang Pelajar SMP Unjuk Kemampuan Bahasa Inggris

Smaeli English Competition Camp (SECC) 2009

JAGOAN-jagoan bahasa Inggris dari pelajar SMP se-Sulsel bakal berkumpul di Komplek SMA 5 Unggulan Kota Parepare pada 17-18 Februari 2009 mendatang.

Mereka akan beradu kemampuan Bahasa Inggris pada ajang Smaeli English Competition Camp (SECC) 2009). Panitia telah mengundang sebanyak 62 SMP dari sejumlah daerah di Provinsi Sulsel.
Setiap SMP maksimal menampilkan tujuh wakilnya yang duduk di bangku kelas tiga. Selama ikut perlombaan bergengsi ini, peserta harus tinggal di kompleks SMA 5.
Menurut guru SMA 5 Parepare, M Said, kemarin, mengatakan, pada ajang kali ini paniti sengaja mengundang peserta SMP. Sebelumnya, ajang ini melibatkan siswa SMA.
Pertimbangannya, perlombaan ini dapat menjadi ajang sosialisasi bagi SMA 5 untuk siswa-siswi SMP yang akan menyelesaikan pendidikannya.
Jenis lomba antara lain pidato, cerdas cermat, pemahaman teks, tes menyimak/mendengar, dan mengarang atau menulis. Semuanya menggunakan Bahasa Inggris.
“Ada juga kegiatan non-lomba selama peserta berada di kompleks
SMA 5, seperti dinamika kelompok dalam bentuk games outbond, ceramah kultum berbahasa Inggris, dan kegiatan hiburan lainnya seperti drama atau band,” tambah M Said yang Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMA 5 Yunus, Senin (9/2).
Lomba ini rencananya dibuka oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Tahun ini, panitia menyiapkan Piala Bergilir Gubernur Sulsel untuk diperebutkan.
Panitia menyebutkan, daerah yang akan mengirim wakilnya adalah Kota Makassar (6 sekolah), Kabupaten Sidrap (6), Barru (5), Pinrang (5), Enrekang (4), dan Soppeng (3). (ridwan putra)


Tim Sukses Aksa Machmud Terbentuk di Ajatappareng

Setelah peresmian tim relawan calon anggota DPD RI Aksa Machmud di Kota Makassar, beberapa waktu lalu, pembentukan tim serupa berlangsung di Kota Parepare dan daerah sekitarnya (Ajatappareng).

Koordinator pembentukan tim sukses Aksa di daerah, Ramli M, Sabtu (17/1) lalu, mengatakan, pihaknya sekarang menggarap pembentukan tim kota atau kabupaten.
“Anggota tim yang direkrut berasal dari direksi PT Bosowa di daerah bersangkutan, tokoh masyarakat, dan tokoh berpengaruh lainnya. Target kita mencapai 1,5 juta suara untuk Pak Aksa pada pemilu nanti,” sebut Ramli di Warung Kopi Hawaai Parepare.
Pembentukan tim kabupaten/kota akan diikuti pembentukan tim di tingkat desa atau kelurahan.
Menurutnya
Saat ini, pendiri Bosowa Corporation itu menjabat Wakil Ketua MPR RI.

Keindahan Kota

Mengenai kurangnya sosialisasi melalui pemasangan baliho di setiap daerah, Ramli mengaku hal itu disengaja demi menjaga keindahan kota atau kabupaten.
“Kita tidak terlalu menonjolkan pemasangan baliho, karena pertimbangan keindahan daerahitu,” katanya.
Disebutkan, untuk sosialisasi melalui atribut, mereka antara lain menyebarkan baliho, stiker, pin, kartu nama, dan pelat stiker bertuliskan DPD 23 AM.


Persipare Masih Andalkan Pemain Senior

 Trio pelatih Persipare Kota Parepare akan menetapkan tim defenitif, 18 November. Tim Persipare akan menjadi tuan rumah turnamen sepakbola Habibie Cup ke-17, Desember mendatang.
Setelah pembentukan tim defenitif, Persipare akan melakukan serangkaian pertandingan ujicoba dengan tim-tim dari luar Kota Bandar Madani.
 
Pelatih kepala Persipare, Agussalim, Jumat (14/11), mengatakan, tim pelatih masih menyeleksi 30 pemain dari yang sebelumnya totalnya 60 orang.
“Tim defenitif yang akan kita bentuk diperkuat 23 pemain. Rencananya, Selasa pekan depan sudah terbentuk tim defenitif,” kata Agussalim.
Mengenai rencana uji coba, Agussalim menyebutkan, mereka akan menjajal tim dari Kabupaten Pangkep. “Kami belum tahu pasti tim apa yang kami hadapi. Kalau bukan tim dari perusahaan Tonasa, mungkin Persipangkep,” sebutnya.
Meski seleksi sementara berlangsung, kemungkinan besar Persipare masih mengandalkan wajah-wajah lama atau pemain senior yang menjadi langganan tim.
Mereka antara lain Faisal Rizal (gelandang), Ahmad Qadri
Pasba (gelandang), Bahri (bek kanan), dan Abd Hamid (stopper).
Pertimbangan pelatih, mereka berpengalaman dan staminanya masih prima.
Di lini depan, nama Akbar Mallarangeng dan Aslan menjadi calon kuat untuk mengisi sektor penggedor. Ada pula nama mantan striker Persipare, M Saing alias Salas.
“Aslan dan Akbar Mallarangeng sudah menyampaikan kesiapannya memperkuat Persipare di Habibie Cup. Selain mereka, beberapa mantan pemain Persipare lainnya seperti Sudirman dan Bakhtiar juga menyatakan kesediannya,”
katanya.

Bangunan Kampus Umpar Diterjang Longsor

Sejumlah bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Pare (Umpar) rusak diterjang longsoran tanah, Rabu (5/11). Longsor ini nyaris mengakibatkan korban jiwa yang menghuni bangunan tersebut.
Longsoran berasal dari pondasi lapangan olahraga kampus Umpar setinggi dua meter lebih menimpa sebuah kantin, dan satu rumah tinggal yang dihuni dua mahasiswa dan satu alumni Umpar.

Selain itu, satu rumah pondokan juga terkena imbas tanah longsor namun tidak sampai merusak pondokan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 malam di saat hujan keras berlangsung disertai guntur
Kondisi kantin saat dipantau Tribun, Kamis (6/11), porak poranda sementara rumah yang ditinggali mahasiswa Umpar rusak parah bagian atap rumah yang jebol dan dimasuki longsoran tanah.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun salah satu penghuni bangunan yang terkena longsor di kampus Umpar bernama Rahmat nyaris terkena longsoran saat berada sendirian di rumah tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam sepuluh malam ketika hujan keras disertai guntur. Waktu itu saya sedang membaca buku dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan atap rumah langsung runtuh,” kata Rahmat yang mengaku saat itu berada di dalam kamar.
Dua mahasiswa lainnya yang serumah dengan Rahmat juga beruntung karena malam itu sedang tidak berada di dalam rumah. Akibat runtuhan dari pondasi lapangan olahraga Umpar itu, tepian lapangan rusak sekitar dua meter.
Usai kejadian, para dosen dan mahasiswa berdatangan dan membantu mengevakuasi barang-barang dalam bangunan tersebut sambil membersihkan bongkahan-bongkahan batu dari pondasi lapangan yang longsor.
Akibat Ruko
Rektor Umpar Syarifuddin Yusuf yang ditemui di kampus menilai, terjadinya longsoran diduga kuat akibat pembangunan rumah toko (ruko) dan perumahan di depan kampus Umpar yang tanahnya lebih tinggi.
“Pengembang dan pemerintah setempat seharusnya memperhatikan kondisi ini karena pembangunan ruko dan perumahan di depan kampus rupanya menutup saluran air dan tidak dibuat saluran air baru sehingga air dari atas mengalir dan meresap di tanah kampus,” jelasnya.
Karena itu, ia menghawatirkan kejadian serupa bisa saja terjadi dan akan mengancam sejumlah rumah warga dan pondokan mahasiswa jika bangunan-bangunan di depan kampus tidak membuat saluran air yang baru.